Disparbud Aktifkan Fungsi TIC Tahun Depan

9
Iwan J Sastra - Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Lampung Selatan memastikan, gedung Tourist Information Center (TIC) yang dibangun dikawasan wisata kuliner dermaga bom Kalianda sejak tiga tahun lalu, siap difungsikan pada tahun 2020 mendatang.

KALIANDA – Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Lampung Selatan memastikan, gedung Tourist Information Center (TIC) yang dibangun dikawasan wisata kuliner dermaga bom Kalianda sejak tiga tahun lalu, siap difungsikan pada tahun 2020 mendatang.

Kepala Disparbud Lamsel Ir. Rini Ariasih mengakui, jika gedung TIC yang dibangun menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2017 dari Kementerian Pariwisata RI sebesar Rp 175 juta tersebut terkesan terbengkalai, karena dari sejak berdirinya bangunan tersebut hingga kini belum berfungsi.

“Bangunan itu sudah ada sebelum saya menjabat sebagai kepala kantor disini (Disparbud Lamsel, red), dan itu (Gedung TIC, red) dibangun pada tahun 2017 menggunkan DAK, bukan dana APBD. Mengapa belum difungsikan, karena, anggaran yang diberikan oleh pusat hanya untuk bangunannya saja, jadi bagaimana mau beroperasi kalau sarana penunjangnnya saja seperti peralatan kantor, meja kursi, dan lain sebagainya tidak tersedia,” ujar Rini Ariasih kepada Radar Lamsel, diruangkerjanya, Senin (11/11) kemarin.

BACA :  Nanang Lepas Keberangkatan 30 Jemaah Umrah Gratis

Rini pun mengaku bingung, mengapa ditahun-tahun sebelumnya pihak disparbud khususnya pada bidang pengembangan tidak menganggarkan pembelian sarana dan fasilitas pendukung untuk digedung TIC tersebut melalui APBD. “Itu sebenarnya masuk dalam bidang pengembangan, tapi entah mengapa bidang pengembangan tidak mengusulkannya,” ungkap Rini.

Dijelaskannya, dibangunnya gedung TIC di lokasi wisata kuliner dermaga bom tersebut bertujuan untuk memberikan kemudahan bagi wisatawan baik lokal maupun luar daerah mendapatkan berbagai informasi tentang dunia wisata yang ada di wilayah Kabupaten Lampung Selatan.

“Gedung informasi ini nantinya akan berfungsi sebagai penyedia informasi tentang wisata yang dibutuhkan oleh para wisatawan yang datang baik wisata lokal, luar daerah maupun mancanegara,” jelasnya.

Dikatakannya, keberadaan gedung informasi itu sangat diperlukan dalam rangka mendukung ketersediaan sarana kepariwisataan di Lampung Selatan, khususnya yang menyangkut soal informasi seputar wisata bahari yang ada diwilayah pesisir Kalianda dan Rajabasa.

BACA :  Tajimalela Gelar Pengajian Akbar Peringati Maulid Nabi Muhammad

          “Tujuannya untuk mempermudah para wisatawan mendapatkan informasi yang berkaitan dengan tempat-tempat wisata yang akan dikujungi, serta berbagai potensi yang dimiliki dimasing-masing objek wisata yang ada di kabupaten ini (Lamsel, red),” terangnya.

          Dia menuturkan, sejauh ini disparbud Lamsel sudah melakukan upaya promosi tempat-tempat wisata dengan cara membagikan selebaran serta poster-poster berisikan tentang informasi seputar dunia kepariwisatan di tempat-tempat keramaian seperti di Bandara Raden Intan, Natar, Pelabuhan Bakauheni, serta hotel-hotel yang ada di wilayah Lampung Selatan.

          “Mudah-mudahan dengan adanya pusat informasi wisata ini dapat menambah serta memperluas jaringan informasi bagi para petugas dari bidang promosi yang ada di Disparbud Lamsel. Ini semua dilakukan dalam rangka mendukung pemerintah daerah mempromosikan seputar dunia wisata yang ada di Kabupaten Lampung Selatan,” pungkasnya. (iwn)

BAGIKAN