Disperindag Perketat Pengawasan Buah Impor

190

KALIANDA – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Lampung Selatan bakal memperketat pengawasan terhadap buah impor yang beredar dipasaran.

Ancang-ancang itu diambil guna mengantisipasi adanya peredaran buah yang mengandung bahan kimia berbahaya seperti formalin atau sejenisnya.

Sebab, beredar kabar telah ditemukan kandungan formalin pada sebuah toko buah di area wisata kuliner Dermaga BOM Kalaianda, pada Rabu (17/10). Sayangnya temuan itu masih diragukan banyak kalangan lantaran ketidaktransparanan pengecekan yang dilakukan oleh petugas Dinkes Lamsel.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Lamsel Qori Nilwan Nitijaman mengatakan, tidak menutup kemungkinan Kalianda yang jaraknya sangat dekat dengan pelabuhan penyebarangan kedapatan buah berbahaya tersebut.

“ Sejauh ini kami belum melakukan pengecekan kebawah, tetapi akan segera kami utus tim pengecekan. Bilamana kedapatan kandungan formalin kami instruksikan petugas untuk menarik semua buah yang positif mengandung formalin dari pasaran,” ujar Qori sapaan karib Qori Nilwan Nitijaman kepada Radar Lamsel, Kamis (18/10).

BACA :  DPMPTSP Nyatakan PT. Indocement Sudah Kantongi Izin Lengkap

Buah impor, kata Qori amat rentan untuk dimanipulasi oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab demi meraup keuntungan yang lebih besar. Ia memaparkan tak hanya anggur, buah apel dan pear juga rentan untuk dilumuri formalin.

“ Perhatian kita jangan sampai hanya pada anggur saja, bisa jadi buah import seperti apel dan pear juga sudah terkontaminasi formalin. Kita belum tahu maka akan kita koordinasikan dengan Dinkes soal tindaklanjutnya,” sebut dia.

Orang nomor satu di Disperindag Lamsel ini berpandangan ada beberapa faktor pemicu yang menyebabkan buah impr rentan dilumuri formalin. Sebab harga jual buah import cukup tinggi dibanding buah lokal maka apabila terjadi pembusukan maka distributor merugi.

“ Kami rasa ada motif tersendiri distributor melakukan kecurangan terhadap konsumen. Ketidaktahuan pedagang dimanfaatkan dengan iming-iming harga jual murah dengan keuntungan yang menjanjikan,” sebut Qori.

BACA :  Dibahas Internal Bersama Tim Anggaran

Masih kata Qori selain sorotan pada buah impor, pihaknya juga tengah menyoroti izin yang dimiliki distributor guna memperkuat pengawasan OPD terkait soal peredaran produk.

“Kita tak menampik bahwa pengawasan belum kuat, tetapi upaya penguatan itu pelan-pelan kita laksanakan salah satunya dengan menitikberatkan izin yang dimiliki oleh distributor buah. Apakah distributor itu legal atau illegal, ini penting untuk melacak dan mengawasi setiap produk yang dikonsumsi konsumen,” sebut dia.

Rencannya, Hari ini Disperindag Lamsel bakal turun ke pasaran guna mempersempit dugaan peredaran buah tak layak konsumsi tersebut. Disperindag bakal berkolaborasi dengan Dinkes soal mekanismenya.

Sayangnya Bidang Pengawasan Makanan Dinas Kesehatan Lamsel belum berkomentar terkait temuan petugas sampling Vivi Novita pada pemeriksaan bahan tambahan makanan. Saat disambangi Radar Lamsel siang kemarin, Kabid Pengawasan Makanan Dinkes Lamsel Herman tidak berada diruangannya. (ver)

BAGIKAN