Duo Pemanah Andalan Lolos PON Papua

9
Foto Ilustrasi

KALIANDA – Sebanyak 41 atlet Kabupaten Lampung Selatan ikut serta dalam pra PON di Jakarta dan Bengkulu pada Oktober ini. Puluhan atlet tersebut bertarung di 14 cabang olahraga (cabor) yang terdiri dari panahan, pencak silat, gulat, bulu tangkis, renang, sepak bola, futsal, panjat tebing, karate, catur, tinju, tarung drajat, wushu, dan gabsi.

          Ketua KONI Lampung Selatan, H. Rudi Apriadi, mengatakan dari 41 atlet tersebut, 2 diantaranya dipastikan lolos ke PON Papua yang akan diselenggarakan pada 9-21 September 2020 mendatang. Mereka yang lolos adalah Mesra Ayuni, dan Suci Dwi Megasari, dari cabang panahan kategori puteri.

          Sementara 39 atlet lainnya masih berjuang di cabor masing-masing. Dan ada pula atet yang masih menunggu jadwal giliran bertanding. Rudi mengaku lega setelah 2 atletnya dinyatakan lolos. Rudi juga berharap lolosnya 2 atlet tersebut bisa memberi dampak positif bagi 39 atlet lainnya agar lolos ke PON Papua.

BACA :  Tujuh Alur SSCN, Buat Akun Sampai Cetak Kartu

          “Sebagian masih berjuang, dan sebagian lagi masih menunggu jadwal. Harapannya jelas, seluruh atlet kita yang ikut dalam pra PON ini lolos semua,” katanya kepada Radar Lamsel, Rabu (16/10/2019).

          Rudi meyakini jumlah atlet Lampung Selatan yang lolos ke PON Papua bakal bertambah. Menurut Rudi, kans tersebut sangat terbuka lebar. Pasalnya, atlet yang saat ini masih bertarung dan menunggu jadwal bakal memiliki motivasi lebih setelah melihat dua rekannya yang telah lolos ke Papua.

BACA :  Ratusan Warga Dari 8 Desa Laksanakan Salat Istisqa

          “Semoga yang lain ikut lolos. Harapan kita semua seperti itu, hasil terbaik. Semakin banyak atlet yang lolos, maka kesempatan menang akan lebih terbuka,” katanya.

          Sekretaris KONI Lamsel, Waris Affandi, menambahkan pra PON yang sedang bergulir juga masuk otoritas KONI Provinsi Lampung. Jika semua atlet telah selesai bertanding di cabor-cabor yang diikuti, KONI provinsi akan merekap dan menyerahkan data atlet-atlet ke KONI Lamsel.

          “Karena kalau sudah pra PON, otoritasnya ke KONI provinsi. Kalau sudah selesai semua akan direkap, dan diberitahukan kepaa kami,” katanya. (rnd)

BAGIKAN