Elpiji 3Kg Mahal Jadi Atensi Hiswana Migas

98
Ilustrasi Gas LPG

PALAS – Harga Eceran Tertinggi (HET) gas elpiji 3 kilogram berkisar Rp 25 ribu – 26 ribu di Desa Baliagung, Kecamatan Palas jadi atensi Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) Lampung.

Ketua Bidang Elpiji Himpunan Wiraswasta Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) wilayah kerja Provinsi Lampung Adi Chandra megatakan bahwa Lampung Selatan masuk dalam prioritas dan perhatian khususu terkait elpiji 3kilogram.

“ Lamsel menjadi prioritas dan perhatian khusus,” kata Adi Chandra saat menghubungi Radar Lamsel via WhatsApp massanger perihal kelangkaan dan melejitnya harga elpiji 3 kilogram di Desa Baliagung, Rabu (17/7).

Pria asal Desa Pauh Tanjung Iman, Kecamatan Kalianda ini menanyakan perihal kepastian berita yang ditulis Radar Lamsel. Ia mengatakan penggunaan elpiji untuk alkon saat ini sudah ditemukan atau baru diduga.

“Itu penggunaan elpiji untuk alkon saat ini sudah ditemukan ya, atau masih diduga, artinya sudah melihat langsung kondisi itu saat ini, kalau memang sudah ditemukan bisa minta titik dan fotonya bisa?” ujarnya dibarengi kiriman Radar Lamsel perihal alamat dan gambar elpiji dipakai untuk bahan bakar mesin pertanian.

BACA :  Manfaatkan DD, Baliagung Bangun Jalan Pertanian

Adi menuturkan permintaan data dari para wartawan itu agar pihaknya bisa mengunjungi bersama tim dari Dinas Perdagangan dan Perindustrian Lampung Selatan.

“ Agar bisa kami kunjungi dengan tim Pemda Lamsel dalam hal ini Kadisperindag,” urainya.

Masih kata Adi, rencana inspeksi mendadak pada titik yang ditemukan seperti kasus Baliagung untuk memastikan hal tersebut. Tujuannya jangan sampai kata dia ulah sedikit spekulan merugikan semuanya.

“ Kita sidak dulu titik yang dimaksud, nanti bisa didampingi kami untuk memastikan hal tersebut terjadi ditingkat pengecer yang berspekulasi mengambil keuntungan sepihak atau bagaimana. Karena jangan sampai sedikit spekulan merugikan semuanya,” ungkap Adi.

Namun Adi belum memastikan kapan sidak bersama Disperindag Lamsel bakal direalisasikan. Mengingat jeritan perihal kelangkaan elpiji di Baliagung sudah mencuat. Disisi lain saat ini baru terjadi pergantian Kepala Disperindag Lamsel yang semula dijabat Qorinilwan Nitijaman, saat ini digantikan oleh Yusri SE. MM,.

BACA :  Puskesmas Berikan Pelayanan Vaksin MR

Sebelumnya, harga gas elpiji 3 kilogram di Kecamatan Palas melejit. Ini setelah warga Desa Baliagung menjerit perihal harga elpiji yang mahal namun barang sulit didapat.

Penggunaan gas elpiji sebagai bahan bakar mesin penyedot air untuk pertanian jadi salah satu pemicunya. Meski Perpres tahun 2015 tentang pemakaian elpiji untuk pertanian sudah disahkan, namun realitanya persoalan ini acap jadi alasan konsumer ketika harga elpiji melambung tinggi.

Informasi yang dihimpun Radar Lamsel, sebelumnya harga gas elpiji tiga kilogram ditingkat pengecer dibandrol Rp 20.000 – Rp 23.000 kini meningkat menjadi Rp 25.000 – 26.000,- per tabung. (ver)

BAGIKAN