FSBKU Lamsel : Aksi Terhenti Karena Transisi

604

KALIANDA – Aksi demo Federasi Serikat Buruh Karya Utama (FSBKU) cabang Lampung Selatan menyuarakan nasib tujuh orang pekerja di PT. Central Avian Pertiwi (CAP) tiba-tiba berhenti.

Usut punya usut FSBKU Lamsel punya formasi baru untuk mengarungi 2018 – 2022. Ya, setalah melalui tahapan demi tahapan muncul ketua baru di serikat buruh yang dikenal dengan seragam merahnya itu.

Kursi ketua FSBKU berpindah dari Fedril Aleksander kepada Agus Nur Yusuf lalu posisi sekretaris diisi oleh Probo Pangestu serta Bendahara dipercayakan kepada Jeki Modelo Barus. Meski begitu FSBKU terus mendorong untuk tujuh eks pekerja PT. CAP agar bisa dipekerjakan lagi.

“ Aksi berhenti sejenak dengan adanya pergantian formasi ditubuh FSBKU Lamsel, demo yang direncakan berhar-hari kami setop sementara,” kata Sekretaris FSBKU Lamsel Probo Pangestu ketika dikonfirmasi Radar Lamsel, Minggu (14/10).

BACA :  Kejari Geledah Disparbud Lamsel

Probo menegaskan, terhentinya aksi di PT. CAP semata-mata dikarenakan adanya urusan interen di FSBKU Lamsel. Mengacu jadwal, kata dia, hingga pekan depan organisasi yang menjunjung tinggi kaum buruh itu masih padat agenda.

“Sampai pekan depan agenda di interen sendiri masih padat, tapi kami pastikan dengan formasi baru dan semangat baru perjuangan FSBKU untuk eks tujuh pekerja tidak akan berubah,” katanya lagi.

Disinggung soal kelanjutan demo? Bila tak ada aral melintang, kemungkinan aksi dilanjut pada Kamis pekan depan. Terlepas dai itu kata dia, FSBKU cabang akan terus melakukan koordinasi dengan pengurus FSBKU provinsi.

“ Kemungkinan aksi lanjutan kami gelar di hari Kamis mendatang, saat ini koordinasi dengan pengurus wilayah terus dilakukan guna memperjuangkan hak-hak buruh,” imbuhnya.

BACA :  Road Race Seri ke-4 Ajang Pembuktian Pebalap Lokal

Terpisah Fedril Aleksander mengamini bahwa saat ini ketua FSBKU Lamsel terpilih sudah berpindah kepada Agus Nur Yusuf usai pemilihan yang berlangsung Mingg (14/10) kemarin.

“ Kepengurusan sudah masuk masa transisi, meski begitu tidak ada yang berubah dari cara kami menyauarakan aspiarasi termasuk prjuangan untuk eks pekerja PT. CAP,” sebut Alek.

Disisi lain, Camat Katibung Hendra Jaya S.Sos mengatakan keduabelah pihak yakni FSBKU Lamsel – PT. CAP serta vendor belum menemui kesepakatan apapun dalam menyelesaikan polemik yang terjadi.

“ Masing-masing pihak masih pada argumentasinya, pemerintah kecamatan tidak bisa ikut campur lebih dalam soal itu. Sebab ranahnya sudah kepada ranah konflik yang bisa menyudahi hanya perusahaan dan FSBKU itu sendiri,” ujar Hendra. (ver)

BAGIKAN