Gelar RAT, LKM UPK Rajabasa Bahas Kesejahteraan Masyarakat

508

RAJABASA – Lembaga Keungan Mikro Unit Pengelola Keuangan (LKM UPK) DAPM Mandira Rajabasa membahas perkembangan program dan kelembagaan selama 1 tahun anggaran ketika menggelar rapat anggota tahunan (RAT) di Desa Sukaraja, Kecamatan Rajabasa, Rabu (24/1) kemarin.

Rapat yang dihadiri Dinas Koperasi dan UKM Lamsel, Pemerintah Kecamatan Rajabasa, Kepolisian dan seluruh kepala desa di wilayah itu juga membahas mengenai pengelolaan keuangan, pengelolaan pinjaman dan kelembagaan serta pelaksanaan kegiatan.

Ketua LKM UPK DAPM Mandira Rajabasa M. Nur Aidi, SE juga memaparkan jumlah nasabah yang tergabung di lembaga keuangan eks PNPM (Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat) itu. Sejauh ini jumlah nasabah peminjam sebanyak 2.163 orang, total tersebut terdiri dari 179 kelompok dan perorangan sebanyak 552 individu.

“Sementara penabung sebanyak 2.272, jumlah ini akan mewujudkan SDM (Sumber Daya Manusia) yang mandiri. Kami sengaja menggiatkan budaya menabung, sehingga kesejahteraan masyarakat bisa terwujud,” kata Nur Aidi.

Nuraidi juga menyampaikan, bahwa LKM sebagai koperasi lembaga keuangan mikro yang merupakan unit kerja dari PBH lembaga pelestarian DAPM cakupan kerjanya bukan hanya sebagai pengelola keuangan saja, tetapi juga harus terlibat dalam proses kegiatan pemberdayaan ditengah masyarakat.

BACA :  Dewan Serukan Dinamika UMP

Terutama dalam pelayanan kegiatan pinjaman dana bergulir bagi kelompok perempuan, maupun Kelompok Usaha Bersama (KUBE), Kelompok Tani (Poktan) serta Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

“Kita juga sudah membuat tambahan layanan dengan ATM mini yang sudah berjalan. ATM itu berfungsi untuk mempermudah masyarakat yang ingin mengambil uang tunai di kartu ATM. Inisiatif ini kami buat karena masyarakat Rajabasa cukup kesulitan mengambil uang tunai dan harus berjalan jauh menuju ke Kecamatan Kalianda,” paparnya.

Lebih jauh Nuraidi menjelaskan, diadakannya rapat anggota tahunan ini merupakan salah satu wujud kinerja dan transparansi koperasi LKM dan LP-DAPM dalam mengelola kegiatan selama 1 tahun anggaran. Sekaligus sebagai bahan diskusi bagi peserta musyawarah untuk dapat memberikan saran dan masukan kepada LKM demi mengembangkan kelembagaan LP-DAPM MANDIRA di Kecamatan Rajabasa.

“Tentu saja selama ini pelaksanaan kegiatan LKM UPK DAPM MANDIRA Rajabasa masih terdapat kekurangan, sehingga dengan dilaksanakannya rapat anggota tahunan ini kita mengharapakan kedepannya akan lebih baik dan lebih maksimal lagi,” tambahnya.

Camat Rajabasa Mandala Putra mengaku pihaknya akan selalu mendukung program yang telah direncanakan oleh LKM UPK DAPM MANDIRA Rajabasa dalam rapat anggota tahunan itu. “Dengan dilaksanakannya rapat anggota tahunan ini, kedepannya program dari UPK LKM akan lebih maju dalam sektor pengembangan usaha,” katanya.

BACA :  1.300 Hektar Sawah Puso; Rata-rata Belum Ikut AUTP

Menurut Mandala, LKM harus selalu bersinergi dengan pemerintah Kecamatan Rajabasa. Sebab hal itu bisa menggerakkan perekonomian supaya berjalan dan lebih maju lagi. “Agar masyarakat Rajabasa bisa lebih sejahtera dan berdaya saing. Untuk itu, kami sangat berharap agar LKM bisa membantu permodalan, lapangan kerja dan los pasar, sehingga pengusaha di Kecamatan Rajabasa tidak perlu pergi dari wilayahnya untuk menjual produk nya di kecamatan lain,” harapnya.

Kepala Bidang Lembaga Koperasi Usaha Kecil Menengah Ir. Tanjung Bahari turut melontarkan pujian kepada manajemen LKM UPK Mandira Rajabasa. Salah satunya mengenai sistem yang dijalankan LKM selama dua tahun terakhir. “Saya bangga dengan kondisi LKM, salah satunya mengenai mengenai sistem yang dijalankan. Saya pikir, LKM UPK Mandira Rajabasa ini salah satu koperasi terbaik yang ada di Lampung,” tutupnya. (rnd)

BAGIKAN