Gempa di Pesawaran, GAK Status Waspada

558
Ist – Alat pendeteksi gempa (Seismograf) di Pos Pantau Gunung Aanak Krakatau (GAK) di Desa Hargopancoran, Kecamatan Rajabasa, menunjukkan aktivitas kegempaan GAK dalam keadaan normal.

RAJABASA – Gempa berkekuatan 5,4 skala ritcher yang terjadi di Kabupaten Pesawaran, Sabtu (2/9) lalu berimbas ke Kabupaten Lampung Selatan. Lokasi gempa yang berada di 6,23 LS dan 104,71 BT dengan kedalaman gempa 65 kilometer itu rupanya berpengaruh terhadap status Gunung Anak Krakatau (GAK) diperairan Selat Sunda. Saat ini GAK di Selat Sunda itu berstatus level II atau waspada.

Kepala Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau di Desa Hargopancuran, Kecamatan Rajabasa Andi Suwardi menjelaskan, perubahan level tersebut juga diikuti peralihan GAK dari status normal menjadi status waspada. “Status kegempaan normal, tapi statusnya masih waspada,” kata Andi saat dikonfirmasi Radar Lamsel, Minggu (3/9) kemarin.

BACA :  Wardani Pimpin PGRI Lamsel

Meski aktivitas kegempaan GAK masih dalam keadaan normal, lanjut Andi, pihaknya menghimbau kepada masyarakat atau wisatawan yang sedang berlibur untuk tidak mendekati GAK dalam radius jarak 1 kilometer.

Menurut Andi, jarak 1 kilometer adalah jangkauan paling aman yang masuk dalam radius yang tidak membahayakan. Himbauan itu diberikan untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan. “Yang kita lihat status waspadanya, jadi wisatawan dan masyarakat tidak diperbolehkan mendekati kawah dalam radius 1 kilometer,” jelasnya.

BACA :  Keluhan IBI Lamsel Langsung Direspon

Perubahan status, kata Andi, kemungkinan bisa terjadi jika kegempaan GAK mengalami peningkatan. “Jika kegempaannya meningkat itu bisa saja, dari level II ke level III, lalu dari level III ke level IV,” pungkasnya. (rnd)

BAGIKAN