Hama Wereng Serang Puluhan Hektar Padi

723
Veridial – Puluhan hektar tanaman padi milik petani di Way Panji terserang hama wereng, Rabu (8/3) kemarin.

WAY PANJI – Derita petani sepertinya tak pernah habis. Setelah bencana banjir melanda dibeberapa wilayah di Lamsel, kini sekitar 60 hektar tanaman padi milik petani di Desa Balinuraga, Kecamatan Way Panji diserang hama wereng. Akibatnya padi yang rata-rata usia 60 – 70 hari mulai membusuk.

Pantauan Radar Lamsel hama wereng yang mulai menyerang sebagian besar areal persawahan di Way Panji itu tidak lepas dari faktor alam. Curah hujan tinggi menyebabkan perkembangbiakan semakin cepat menggerogoti tanaman padi.

“Hampir seluruh sawah milik petani diserang wereng. Upaya pemberian pestisida tak cukup efektif untuk mengatasi perkembangbiakannya,” kata I Made Sarjane (40) petani asal Desa Balinuraga saat ditemui Radar Lamsel, Rabu (8/3) kemarin.

Made Sarjane mengatakan, sebagian besar tanaman padi para petani di wilayah tersebut mulai membusuk. Hama wereng yang menyerang, sambung dia, semacam membentuk berpetak-petak. “Dalam satu hektar serangan hama seperti membentuk petak sendiri, menjadi bukti cepatnya penyebaran wereng,” katanya lagi.

BACA :  Rycko Maju Pilwakot, Hendry Ambil Berkas Balonbup

Upaya pemberian pestisida sudah dilakukan. Bahkan lanjut Made Sarjane, pestisida kelas wahid yang disemprotkan ke tanaman tak mampu mengendalikan hama tersebut. Dalam satu kali pemberian pestisida untuk satu hektar sawah petani harus merogoh kocek sebesar Rp 600.000,-.

“Sudah diberi pestisida pun tidak mempan, kalau lima kali penyemprotan saja sudah cukup besar biaya yang dikeluarkan. Ini yang kami pusingkan mas,” ujarnya.

Terpisah, Camat Way Panji Isro Abdi juga membenarkan serangan hama yang menyerang sejumlah persawahan di Way Panji. Mulai dari Sidomakmur, Sidoreno, Sidoharjo dan Balinuraga tak lepas dari serangan wereng. “Saya dapat laporan di Bali Nuraga yang paling banyak diserang hama,” imbuhnya.

BACA :  AMJ Selesai, Empat Kades Dilantik Besok

Terpisah Penyuluh Pertanian Kecamatan Way Panji Pujianto mengatakan faktor berkembangnya hama itu juga dipicu pemberian insektisida yang berlebihan. Selain faktor hujan, pemberian insektisida kelas wahid yang berlebihan dapat menyebabkan musuh alami juga ikut mati.

“Kalau berlebihan musuh alami yang bisa melawan wereng juga ikut mati. Ini yang kadang tidak diperhatikan oleh petani,” kata dia.

Untuk mengatasi hal tersebut lanjut dia, pemberian insektisida harus sesuai takaran. Dengan begitu meski hama wereng menghinggapi padi namun musuh alami bisa mengurangi berkembangbiaknya wereng.

“Kekeliruan pola tani kebanyakan ada hama ataupun tidak insektisida non stop, penggunaan insektisda yang tidak ramah lingkungan menyebabkan musuh alami wereng ikut punah,” tandasnya. (ver)

 

BAGIKAN