Hampir Setahun Klaim AUTP Belum Cair

5
Ilustrasi Berita

SRAGI – Belasan hektar tanaman padi di Desa Bali Agung, Kecamatan Palas akibat terdampak banjir pada musim rendeng lalu hingga kini belum meneriman klaim ganti rugi Asuransi Usaha Tanam Padi (AUTP).

          Padahal pengajuan klaim ganti rugi sudah diusulkan kepada PT. Jasindo sejak awal tahun 2019. Namun hingga kini petani Desa Bali Agung belum menerima pencairan klaim ganti rugi tersebut.

          Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Bali Jaya, Dewo Aji Sastrawan menerangkan, pada musem rendeng terdapat 18 hektar tanaman padi yang mengalami puso atau gagal panen akibat terendam bajir.

          Namun sejak diajukan klaim asuransi AUTP pada awal tahun 2019 lalu, pencairan ganti rugi hingga saat ini belum diterima oleh petani.

BACA :  Dongkrak Perekonomian Dan Ciptakan Masyarakat Yang Berakhlak

          “Ada 18 belas hektar tanaman padi yang mengalami puso. Dan sudah diajukan klaim ganti rugi kepada TP. Jasindo, namun hingga saat ini pencairan ganti rugi belum diterima oleh petani,” ujar Dewo kepada Radar Lamsel, Senin (2/12).

          Dewo menerangkan, lambannya pencairan klaim ganti rugi tersebut menjadi pertanyaan petani. Apalagi, saat ini petani sedang membutuhkan modal untuk persiapan tanam pada musim rendeng yang sebentar lagi tiba.

          “Klaim asuransi ini sudah sangat ditunggu oleh petani untuk persiapan musim rendeng. Kami juga sudah menanyakan kepada UPT pertanian namun belum tahu kapan klaim tersebut bisa dicairkan,” terangnya.

          Hal tersebut juga diamini oleh Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Penyuluh Pertanian Kecamatan Palas, Agus Santosa. Selain 18 hektar di Desa Bali Agung, klaim ganti rugi untuk tanaman padi sekitar 40 hektar di Desa Pulau Tengah hingga saat ini juga belum mendapatkan pencairan.

BACA :  Sumber Sari Tingkatkan Prasarana dan Infrastukur Jalan

          Agus mengatakan, hingga saat ini pihaknya juga belum mengetahui keterlambatan pencairan klaim ganti rugi AUTP tersebut. Padahal, pihaknya sudah menyusun kelengkapan berkas pengajuan klaim kepada PT. Jasindo sejak awal tahun 2019.

          “Di Desa Pulau Tengah juga belum ada pencairan. Kami tidak tahu apa penyebabnya, kalau untuk berkas persyaratas sudah lengkap semua. Saat ini, harapan kami petani bisa bersabar menunggu pencairan ini,” harapnya. (vid)

BAGIKAN