Harga Bawang Anjlok, Petani Menjerit

417
Randi Pratama – Seorang petani mengecek tanaman bawangnya menjelang musim panen mendatang. Foto dibidik kemarin.

PENENGAHAN – Musim panen kali ini benar-benar tak bersahabat dengan petani. Setelah harga cabai keriting merah, kali ini giliran harga bawang merah yang anjlok. Sialnya lagi, penurunan harga ini hanya berlaku bagi para petani. Sedangkan harga dipasaran masih tetap stabil.

Meski ubinan panen bawang merah mencapai produksi yang bagus dengan rata-rata mencapai 8,7 ton per hektar, hasil tersebut dinilai tak memuaskan karena perbedaan harga yang begitu jauh. Saat ini, harga bawang merah di tingkat petani berkisar diangka Rp10 – Rp12 ribu. Sementara harga dipasaran berkisar diangka Rp23 – Rp25 ribu.

Perbedaan jumlah harga antara keduanya yang mencapai 50 persen dinilai tak adil oleh petani. Sebab, mereka yang menjadi pemasok utama seharusnya ikut diuntungkan seperti pedagang dipasaran maupun pengepul.

BACA :  Penengahan ‘komit’ Tingkatkan Derajat Kesehatan

          “Bagaimana kami tidak sedih, harganya sangat jauh. Selisih 50 persen antara kami dengan pedagang di pasar,” kata petani bawang kecamatan setempat, Mukhlis kepada Radar Lamsel, Senin (14/1) kemarin.

Abdul, petani lainnya mengatakan hasil panen bawang merah pada periode Desember 2018 – Januari 2019 diklaim tidak banyak memberi keuntungan kepada petani. Menurut dia, masalah harga jual memang menjadi problem utamanya. Tetapi, hal yang lebih menyakitkan tanpa adanya dukungan dari pemerintah kepada para petani.

“Mungkin teman-teman sudah tahu. Kalau harganya naik, pasti kami yang dicecar. Mungkin juga bisa disalahkan. Coba lihat kondisi yang sekarang, kami tidak dipedulikan lagi. Harga anjlok, kami bobrok,” katanya.

BACA :  APDESI Ajukan Penangguhan Penahanan Kades Kekiling

Hasil panen bawang di Kecamatan Penengahan memiliki kualitas dan produksi yang bagus. Atas dasar itu, petani meminta pemerintah ikut berperan dalam membantu meningkatkan harga jual ditingkat petani. Jika tidak, bukan tidak mungkin petani bawang akan mengurangi lahan produksi pada musim tanam mendatang.

“Produksi bagus, kami puas. Tetapi ini masalah harga, harga yang kurang memuaskan. Kondisi seperti ini seperti terjepit, kami tidak bisa menjual langsung ke pasar karena sudah ada pengepul yang menyuplai para pedagang. Sistemnya sudah seperti itu,” katanya. (rnd)

BAGIKAN