Harga Cabai Melonjak, Petani Baru Tanam

586

SIDOMULYO – Naiknya harga cabai merah di pasaran tak membuat petani di Kecamatan Sidomulyo dan sekitarnya ikut menikmati hasilnya. Ini dikarenakan petani cabai saat ini baru mulai melakukan penanaman. Sementara hasil panen cabai sebelumnya, harga yang diterima petani harga masih cukup rendah.
Gatot (50) petani cabai mengaku, saat ini tanaman cabai masih berumur muda dan masih lama memasuki masa panen. Ia berharap, harga cabai ketika panen nanti masih bisa tinggi seperti sekarang. Dengan demikian, petani cabai bisa menikmati hasil dari salah satu kebutuhan pokok tersebut.
“Kalau di Sidomulyo ini, rata-rata petaninya baru mulai tanam dan panennya masih lama. Melihat kenaikan harga yang cukup bagus seperti sekarang, ini satu keuntungan bagi petani. Tetapi harga cabai selalu tidak stabil dan tergantung dengan kebutuhan,” kata Gatot, Rabu (26/10).
Pria berkulit sawo matang ini menambahkan, masih ada petani cabai yang bisa menikmati hasil dari naiknya harga. Sekarang ini harga jual di tingkat petani untuk cabai merah biasa dijual dengan harga Rp 40 ribu perkilogramnya. Sedangkan cabai merah super yang dijual ke luar daerah, harga jualnya bisa mencapai Rp 50 ribu perkilogramnya.
“Untuk ditingkat petani memang murah, tetapi mereka rata-rata sudah dibeli oleh agen. Pedagang menjual dengan harga tinggi, setelah dipasok agen. Jadi harga di pasaran bisa mencapai Rp 60 ribu perkilogramnya,” imbuhnya.
Hal sama dikatakan Made (50) petani cabai di Desa Sidowaluyo. Panen cabai sebelumnya tidak cukup menggembirakan. Karena banyak tanaman yang terkena penyakit dan hasilnya berkurang.
“Begitulah tanaman cabai, terkadang kalau nasib baik kita dapat panen besar. Kalau kena penyakit, bisa pulang modal saja sudah untuk. Untuk sekarang ini, rata-rata petani cabai baru tanam dan cabai masih didapat dari luar daerah,” ujar Made.
Kepala Unit Pelaksana Tekhnis (UPT) Dinas Pasar Kecamatan Sidomulyo, Alyas, SE membenarkan, harga cabai merah mulai mengalami kenaikan dari hari ke hari. Hal tersebut dikarenakan, barang harus dipasok dari luar daerah seperti dari Pulau Jawa.
“Kalau untuk cabai merah local, memang sudah kurang pasokannya. Makanya cabai banyak dikirim dari Jawa dan harganya tentu sudah mahal. Sedangkan untuk harga kebutuhan pokok lainnya, masih stabil untuk sekarang ini,” kata Alyas. (gus)

BACA :  Bantuan Kapal Nelayan Korban Tsunami Segera Turun
BAGIKAN