Harga Cabai Tembus Rp 80 Ribu

107
Idho Mai Saputra – Pedagang sembako di bilangan Pasar Inpres Kalianda tengah melakukan aktifitas jual-beli. Foto dibidik beberapa hari yang lalu.

KALIANDA – Melonjaknya harga jual cabai rawit maupun merah dipasaran sejak beberapa pekan terakhir sangat dirasakan oleh para ibu di Lampung Selatan.

Faktor cuaca yang memasuki musim kemarau serta jelang perayaan hari besar menjadi salah satu pemicu komoditas ini mahal dipasaran.

          Dari pantauan Radar Lamsel di bilangan Pasar Inpres Kalianda, harga jual cabai merah saat ini menginjak Rp80.000 dari sebelumnya yang berkisar pada harga Rp70.000 per kilogramnya. Sementara harga cabai rawit juga tidak jauh berbeda padahal sebulan lalu hanya bertengger di angka Rp55.000 per kilogramnya.

          Bagian Perekonomian Setdakab Lampung Selatan tengah menjadwalkan kegiatan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah pasar tradisional di wilayah Kabupaten paling Selatan ini. Hal ini dilakukan untuk mencari tahu penyebab dan solusi dalam menangani persoalan tersebut.

          “Hari ini surat untuk kegiatan itu sudah kita naikan ke Sekda melalui Asisten. Mudah-mudahan SPT nya bisa segera turun dan kita akan tindaklanjuti hal ini,” ungkap Plt Kabag Perekonomian Setdakab Lamsel Khoirulloh Adam kepada Radar Lamsel diruang kerjanya, Senin (5/8) kemarin.

BACA :  Duh.. Per Siswa Dipinta Minimal Rp 200 Ribu

          Rencananya, imbuhnya, sidak harga kebutuhan pokok itu akan menyasar ke empat pasar besar. Dengan melibatkan dua tim dari OPD terkait yang berkaitan dengan persoalan tersebut.

          “Sasaran sidak adalah di wilayah pasar Jatiagung, Natar, Sidomulyo dan Bakauheni. Kita akab bagi dua tim agar bisa selesai dalam waktu satu hari kerja. Kalau tidak meleset, Rabu (7/8) akan kita lakukan sidaknya. Bukan hanya harga cabai, tapi secara keseluruhan yang termasuk kebutuhan pokok,” bebernya.

          Lebih lanjut dia menegaskan, kenaikan harga kebutuhan pokok khususnya jenis sayuran termasuk cabai dipicu karena faktor cuaca dan jelang peringatan Hari Idul Adha. “Cuaca di musim kemarau menjadi salah satu penyebabnya. Sehingga, pasokan berkurang dan harga melambung tinggi. Ini informasi dari jajaran kita di lapangan,” tukasnya.

BACA :  Ortu Tak Tahu Via Pakai Narkoba

          Terpisah, Plt Kepala UPTD Pasar Inpres Kalianda Ella A mengamini, melonjaknya harga cabai di tingkat pedagang eceran. Bahkan, kenaikan harga khususnya cabai sudah terjadi sejak sebulan terakhir dan terus merangkak naik.

          Dia juga merincikan sejumlah harga kebutuhan pokok lain yang dijual oleh pedagang  Pasar Inpres Kalianda saat ini. Mulai dari harga beras dengan kualitas tertentu hingga harga sayuran.

          “Data harga kebutuhan pokok hari ini yang telah kami himpun yakni beras kualitas 1 Rp10.000, kwalitas 2 Rp 9.000 dan kualitas 3 Rp8.500. Lalu beras ketan Rp16.000, ikan asin nomor 1 Rp60.000, 2 Rp40.000. Ikan Tongkol Rp35.000, Lele Rp25.000, Nila Rp18.000, Udang Rp60.000, minyak goreng kemasan Rp14.000 dan curah Rp11.000, gula pasir kemasan Rp17.000 dan curah Rp13.000, telur ayam ras Rp23.000. Sayur mayur mulai dari kentang Rp15.000, tomat Rp6.000, wortel Rp12.000, buncis Rp15.000 dan cabai dari harga Rp75.000-80.000 per kilogram,” pungkasnya. (idh)

BAGIKAN