Harga Gabah Merangkak Naik

83
David Zulkarnain – Salah satu hamparan tanaman padi yang sedang dipanen di Desa Baktirasa, Kecamatan Sragi, Kamis (20/6).

SRAGI – Setelah sempat merosot selama satu bulan terahir, harga gabah di wilayah Kecamatan Sragi di tingkat petani kini mulai merangkak naik. Kenaikan harga gabah disinyalir lantaran masa panen padi diwilayah itu segera berakhir.

          Dari informasi yang dihimpun, dalam satu bulan belakangan harga gabah ditingkat petani diangka Rp 3.700 per kilogram, namun dalam tiga hari terahir harga gabah menanjak diangka Rp 3.900 hingga Rp 4.000 per kilogram.

          Wanto (46) salah satu petani Desa Baktirasa mengatakan, selama tiga hari terahir harga gabah di wilayah Kecamata Sragi mulai mengalami kenanikan harga. Sebelumnya harga gabah ditingkat petani dikisaran Rp 3.700 – Rp 3.750 per kilo gram  menjadi Rp 3.900 per kilo gram.

BACA :  Jenazah Pedagang Ambal Dipulangkan ke Bandung

          “Sekarang harga gabah sudah lumayan naik, Mas. Untuk ditingkat petani harga gabah kini sudah diangka Rp 3.900 – Rp 4.000 per kilogramnya,” kata Wanto kepada Radar Lamsel, Kamis (20/6).

          Hal senada juga diungkapkan oleh Anca (49), salah satu penebas atau pembeli gabah ini mengaku kenaikan harga gabah ini terjadi lantaran mulai menurunnya produksi gabah selama satu pekan terahir.

          Anca menjelaskan, saat ini untuk harga gabah bulat diangka Rp 4.000 per kilogram. Sedangkan harga gabah panjang dibeli dengan harga Rp 4.300 per kilogramnya.

BACA :  Harga Jagung Terus Turun, Petani Menjerit

          “Ya mungkin karena produksi penennya yang sudah mulai menurun. Namun sayang harga gabah saat ini tidak diikuti dengan kenaikan harga beras yang masih dikisaran Rp 7.000 per kilogram,” terangnya.

          Sementara Kepala  Unit Pelaksana Teknis (UPT) Penyuluh Pertanian Kecamatan Sragi Eka Saputra juga mengamini kenaikan harga gabah tersebut.

          Saat ini, ujar Eka, dari luas hamparan tanaman padi yang mencapai 2.960 hektar diperkirakan telah terpanen 1.700 hektar.

          “Diperkirakan sudah penen sekitar 1.600 hektar, namun sayang untuk musim rendeng tahun ini juga hasil produksi 1 ton untuk satu hektarnya,” pungkasnya. (vid)

BAGIKAN