Harga Ikan di Pasar Inpres Melambung Tinggi

294
Iwan J Sastra – Minimnya hasil tangkapan ikan nelayan Kalianda membuat para pedagang mengandalkan pasokan ikan dari Jakarta. Akibatnya harga ikan di pasar Inpres Kalianda melambung tinggi.

KALIANDA – Sejak sepekan terakhir, harga ikan laut di Pasar Inpres Kalianda melambung tinggi. Penyebabnya adalah minimnya hasil tangkapan nelayan diwilayah laut Kalianda dan sekitarnya.

Jenis ikan yang dijual para pedagang dengan harga tinggi saat ini diantaranya ikan simba; yang biasanya Rp50 ribu perkilo kini meningkat menjadi Rp60-70 ribu perkilogram, ikan tongkol yang biasanya dijual Rp30 ribu perkilo naik menjadi Rp50 ribu perkilogram.Lalu, cumi-cumi yang biasanya dijual Rp35 ribu perkilo naik menjadi Rp80 ribu perkilogram, dan udang dari harga Rp45 ribu naik menjadi Rp75 ribu perkilo.

Menurut pengakuan seorang pedagang ikan di Pasar Inpres Kalianda Hasan (40), tingginya harga ikan saat ini dikarenakan ikan-ikan yang dijual para pedagang dipasaran merupakan kiriman dari daerah Jakarta.

“Kalau kami menjual dengan harga standar seperti biasanya tidak bisa mendapatkan untung. Karena kami para pedagang juga menghitung biaya transportasinya dari Jakarta ke Lampung,” ujar Hasan saat berbincang dengan Radar Lamsel di lapak dagangannya, Rabu (25/10) kemarin.

Senada dikatakan Asef (28), pedagang ikan lainnya ini mengatakan, sejak minimnya hasil tangkapan nelayan Kalianda, ia terpaksa harus mengandalkan pasokan ikan dari Jakarta.

“Bukannya tidak ada ikan yang dilelang di TPI Kalianda tetapi cuma sedikit, kadang kami tidak sampai kebagian saat ikut lelang, karena rebutan sama-sama pedagang. Dari pada tidak berjualan, makanya saya mengandalkan pasokan ikan dari Jakarta,” kata pedangan ikan yang berjualan di Pasar Higeinis TPI Bom Kalianda.          Diungkapkannya, sejak sebulan terakhir aktifitas di TPI Bom Kalianda tidak pernah berlangsung lama. Itu disebabkan ikan hasil tangkapan nelayan lokal yang dilelang sangat sedikit.

“Paling hanya ada beberapa tumpuk saja ikan yang dilelang, itu pun harganya selangit mas. Meski harganya naik, kami selaku pedagang tetap saja ikut lelang, kalau tidak berani lelang ya bakal tidak kebagian barang untuk jualan,” pungkasnya. (iwn)

BAGIKAN