Harga Sayur Mayur Terus Melonjak

428

KALIANDA – Harga sayur mayur di Pasar Inpres Kalianda kian hari terus merangkak naik. Kenaikan harga tersebut terjadi sejak usai perayaan hari raya Idul Fitri 1439 Hijriah lalu dan hingga sekarang ini.

Berdasarkan pantauan Radar Lamsel di Pasar Inpres Kalianda, Kamis (5/7) kemarin, jenis sayur mayur yang mengalami kenaikan harga tersebut diantaranya buah timun, harga normal Rp5.000 per Kilogram (Kg) kini menjadi Rp8.000 per Kg, terong yang biasanya hanya Rp5.000 per Kg naik menjadi Rp12.000 per Kg, kacang panjang semula hanya dijual seharga Rp6.000 per ikat naik menjadi Rp12.000 per ikatnya.

Selanjutnya, jagung harga normalnya Rp5.000 per bungkus naik menjadoi Rp8.000 per bungkus, lalu bayam dari harga Rp2.000 per ikat naik menjadi Rp4.000 per ikat, sawi semula hanya Rp6.000 per ikat naik menjadi Rp8.000 per ikat, buah tomat harga normal Rp5.000 per Kg naik menjadi Rp12.000 per Kg, tangkil yang biasanya hanya seharga Rp5.000 per Kg naik menjadi Rp12.000 per Kg, dan buncis dari harga Rp8.000 per Kg naik menjadi Rp12.000 per Kg.

Para pedagang sayur mayur di Pasar Inpres Kalianda pun mengaku belum mengetahui penyebab dari kenaikan harga sayur mayur tersebut. Padahal menurut mereka (pedagang sayur, red) untuk pasokan semua jenis sayur mayur ditingkat pengepul baik di Lamsel maupun di Bandar Lampung dalam kondisi normal.

“Nggak tahu ya om kami juga bingung apa penyebab naiknya harga sayur mayur sekarang ini. Biasanya kalau harga naik itu dikarenakan barangnya sedang kosong atau langka, tapi ini barangnya banjir namun harganya nggak pernah turun, malah terus naik,” ujar Sri Nayla, salah seorang pedangan sayuran di Pasar Inpres Kalianda, kemarin.

Sri menuturkan, meski harga sayuran ditingkat pengepul mengalami kenaikan, Ia tetap membeli demi memenuhi permintaan pelanggannya. “Ya mau nggak mau tetap harus dibelilah Om. Nanti pelanggan saya kabur kalau saya tidak berjualan. Tapi memang untuk masing-masingĀ  jenis sayuran yang saya beli dari pengepul jumlahnya dikurangi, dari yang bisanya membeli 1 kuintal menjadi setengah kuintal yang penting saya masih bisa berjualan,” ungkapnya.

Tingginya harga sayur mayur di pasar Inpres Kalianda tidak hanya menjadi keluahan para pedagang sayur yang berjulan di pasar tersebut. Tetapi juga para pedang sayur kelilingpun ikut-ikutan terkena imbasnya.

Saroh, (45), salah seorang pedagang sayur keliling asal Desa Merak Belantung, Kalianda ini mengatakan, tingginya harga sayuran sekarang ini membuat pendapatan hasil dari berdagang sayur keliling merosot tajam. Menurutnya, sebelum adanya kenaikan harga, dalam sehari ia mampu membawa uang hasil berjualannya antara Rp200-Rp300 ribu.

“Kalau sekarang ini mau dapat uang Rp100 ribu aja susah bang. Karena banyak warga yang mengurangi belanjanya. Seperti yang biasanya beli sayur asem 2 sampai 3 bungkus sehari, sekarang paling hanya 1 bungkus. Makanya banyak pedagang sayur keliling yang mengeluh, ya itu tadi penghasilannya jadi merosot,” ungkapnya.

Selain harga sayur mayur, harga tepung di sejumlah toko sembako di pasar itu pun ikut-ikutan naik. Sejak sepekan terakhir ini harga tepung terigu membus hingga Rp135 ribu per karung, dan tepung aci yang biasanya hanya Rp200 ribu per karung naik menjadi Rp260 ribu per karung. “Biasanya harga tepung terigu hanya Rp120 ribu per karungnya, sekarang malah naik menjadi Rp135 ribu per karung,” terang Kholipah, (50) pedangan sembako di Pasar Inpres Kalianda.

Seorang pembeli, Mbok Atun (65) mengatakan, dampak dari kenaikan sejumlah harga sayur mayur membuatnya mengurangi jumlah pembelian. Biasanya setiap ke pasar ia membeli terong hingga 10 kilo, kini hanya bisa membeli 4 kilogram. “Uang belanjanya harus dibagi-bagi mas, karena masih banyak jenis sayuran yang harus saya beli, belum lagi untuk beli belanjaan yang lainnya,” terang Mbok Atun, pedangan sayur yang tinggal di Desa Sukaraja Pangkul Kecamatan Rajabasa ini.

Sementara itu, Kasubag Bina Produksi Daerah Bagian Perekonomian Setkab Lamsel Riani mengatakan, pihaknya belum mengetahui secara pasti terkait adanya kenaikan harga sayur mayur dan sejumlah bahan kebutuhan pokok di Pasar Inpres Kalianda.

“Iya mas kami belum mengetahui adanya lonjakan harga baik sembako maupun sayur mayur di pasar Inpres Kalianda. Nanti secepatnya akan kami cek kelapangan. Kami sudah merencanakan akan menggelar sidak harga, tapi memang jadwalnya belum ditentukan, masih menunggu arahan dari Kepala Badan,” pungkas Riani. (iwn)

BAGIKAN