Harga Telur Turun, OP tak Jadi Digelar

322

KALIANDA – Tim OP (Operasi Pasar) Pemkab Lampung Selatan akhirnya membatalkan rencana operasi pasar guna menekan tingginya harga telur di pasaran. Pasalnya, saat ini harga telur ayam ras yang dijual para pedagang dipasaran wilayah Lampung Selatan sudah berangsur normal.

Itu diungkapkan Asisten Ekonomi dan Pembangunan (Ekobang) Setkab Lamsel Ir. Mulyadi Saleh, saat ditemui wartawan usai menggelar rapat pembahasan analisis data dan rumusan masalah inflasi kota Kalianda, di ruang kerjanya, Selasa (24/7) kemarin.

“Ya nggak jadi menggelar OP nya, karena harga telur sekarang ini sudah mulai normal. Untuk apa digelar operasi pasar kalau harganya sudah turun,” ujar Mulyadi Saleh.

Dia menuturkan, berdasarkan hasil laporan terkahir yang disampaikan pihak Dinas Peternakan dan Perdagangan Lamsel, harga telur disejumlah pasar diwilayah Lampung Selatan sudah mulai berangsur turun, dari yang semula Rp28.000 perkilogram turun menjadi Rp23.000 perkilogram. “Sekarang sudah turun kok harganya, dari Rp28.000 menjadi Rp23.000 perkilo nya,” terangnya.

Diungkapkannya, penyebab dari tingginya harga telur yang dijual pedagang dalam beberapa minggu kemarin, itu dikarenakan tingginya harga pakan ternak ayam yang dibeli para peternak melalui pihak luar (impor, red).

“Itu sudah menjadi hukum pasar, kalau biaya operasionalnya naik seperti halnya tingginya harga pakan yang dibeli, maka secara otomatis harga jual hasil produksinya pus sudah pasti akan mengikuti. Kalau sudah begitu, ya pemerintah akan sulit untuk mengatasinya, karena baik peternak maupun pedagang sudah pasti tidak mau rugi,” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, pemerintah kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan melalui tim OP (Operasi Pasar) akan menggelar OP jika dalam waktu 10 hari kedepan harga telur masih bertahan diatas Rp28 ribu per kilogram.

Berdasarkan hasil monitoring Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Lamsel ke sejumlah pasar diwilayah Lampung Selatan dalam sepekan terakhir, rata-rata harga telur ayam ras dijual para pedagang melebihi dari harga standar.

“Kalau harga telur masih tetap tinggi maka tim OP Pemkab Lamsel akan menggelar operasi pasar. Ini berdasarkan hasil rapat koordinasi yang kami ikuti di Provinsi Lampung pada hari Senin lalu,” kata Kepala Disperindag Lamsel Qorinilwan Niti Jaman, Kamis (19/7) lalu. (iwn)

BAGIKAN