Hiswana Bakal Sidak, Pertamina Siap Tindak Tegas

281

Harga Gas Elpiji 3 Kg Tembus Rp 30 Ribu

KALIANDA – Harga gas Elpiji 3 kilogram yang mencapai Rp 30 ribu mendapat sorotan dari pihak Hiswana Migas Lampung dan Pertamina. Kedua instansi yang menaungi masalah gas ini berencana menindak tegas agen dan pangkalan jika kedapatan memainkan harga barang bersubsidi itu.

Ketua Bidang Elpiji Hiswana Migas Lampung Adi Chandra mengatakan, pihaknya masih mencari info soal harga dan titik gas Elpiji yang mencapai Rp 30 ribu. Menurut Adi, harga tersebut sudah tak masuk akal.

Demi mengatasi masalah ini, Adi mengatakan pihaknya berencana melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke titik tersebut. Menurut Adi, sidak ini dilakukan untuk mengetahui kepastian permainan harga gas Elpiji di pasaran.

“Ada info di mana harga gas Elpiji 3 kilogram sudah mencapai Rp 30 ribu. Untuk itu kami rencanakan mau sidak ke titik yang di maksud tersebut,” kata Adi saat dikonfirmasi Radar Lamsel, Senin (20/8) kemarin.

BACA :  Karyawan SPBU Rosalia Indah Kabur Usai Mobil Terbakar

Sementara itu, Sales Executive Pertamina Rayon 3 Lampung Widhi Hidayat mengatakan, bahwa Pertamina menjamin harga gas Elpiji 3 kilogram di pangkalan resmi sesuai dengan HET (harga eceran tertinggi) yang berlaku di Lampung Selatan.

“HET di Lamsel paling tinggi Rp 18 ribu, ini sudah sesuai ketentuan karena HET Bupati sudah diatur per kecamatan,” katanya.

Apabila ada pangkalan atau agen “nakal” yang menjual Elpiji 3 kilogram tidak sesuai dengan HET, Widhi mengatakan, pihaknya akan menindak tegas sesuai ketentuan yang berlaku.

Pertamina, kata dia, kembali menegaskan bahwa gas Elpiji 3 kilogram hanya untuk keperluan memasak masyarakat miskin. Jadi, masyarakat mampu, sektor pertanian, rumah makan dan industri tidak diperbolehkan menggunakannya.

BACA :  BMKG Ingatkan Waspada Bencana Hidrometeorologi

“Pasokan gas Elpiji 3 kilogram di Lampung Selatan tidak ada pengurangan (pasokan normal). Kami imbau untuk ASN Pemkab Lamsel juga sudah tidak selayaknya menggunakan gas bersubsidi untuk masyarakat miskin,” katanya.

Informasinya, tahun 2018 ini Kabupaten Lampung Selatan mendapat kuota sebanyak 21.810 Metric Ton. Jika dikonversi ke satuan, maka jumlahnya mencapai 7,2 juta tabung gas Elpiji 3 kilogram. Jika tidak ada pengendalian, pihak Pertamina memprediksi sampai akhir tahun akan over menjadi 105 persen atau 7,5 – 7,6 juta tabung.

Sementara ini, Pertamina mengklaim sudah berkoordinasi dengan Pemkab Lamsel mengenai pembuatan jadwal operasi pasar yang akan dilakukan di sejumlah kecamatan. (rnd)

BAGIKAN