Honor Satgas JTTS Disunat?

785
ILUSTRASI

KATIBUNG – Honororium Satuan Tugas (Satgas) Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) di lima kecamatan disinyalir disunat oleh oknum dari instansi yang berkecimpung di proyek JTTS. Kelima kecamatan itu adalah Sidomulyo, Candipuro, Way Sulan dan Merbau Mataram.

Sumber Radar Lamsel mengatakan, sejatinya honor t sudah dicairkan. Namun ada oknum yang meng-handle dana tersebut hingga Satgas di lima kecamatan yang ada di Lamsel hampir sepuluh bulan tidak pernah lagi mendapat honor.

“Sebetulnya honor tersebut sudah dicairkan dari pusat, buktinya hanya lima kecamatan itu saja yang honornya belum keluar. Sementara dikecamatan lain honororium 2017 sudah terbayarkan,” ujar sumber Radar Lamsel yang tak mau namanya ditulis dalam koran, Kamis (4/5) kemarin.

Lebih lanjut sumber mengatakan, wajar jika Satgas Tol yang ada dilima kecamatan itu protes. Sebab satu personil dibayar Rp 2 juta dikalikan selama sepuluh bulan. “Total sendiri saja mas, kemana uang ratusan juta yang merupakan hak Satgas JTTS,” beber dia.

BACA :  IDI Lampung Desak Permenkes no 46 Direvisi

Jika hal ini tidak diangkat kepermukaan, sambungnya, bisa dipastikan Satgas JTTS dilima Kecamatan itu hanya bisa gigit jari. Sementara persoalan semacam pelunasan Uang Ganti Rugi (UGR) bagi ratusan bidang lahan juga belum bisa dipastikan kapan pembayarannya.

“Sebetulnya persoalan semacam ini tidak menjadi kendala, karena rekanan yang menangani JTTS merupakan rekanan bonavit. Detail-detail semacam ini sudah pasti diperhitungkan, tinggal bagaimana si pengelola menyalurkan atau tidak,” paparnya.

Sementara itu pihak Badan Pertanahan Nasioanal (BPN) yang sejauh ini menjadi mitra masyarakat dalam pembebasan lahan JTTS belum bisa memberikan keterangan resmi. Kakanwil BPN Lampung Sutarno saat dihubungi Radar Lamsel melalui sambungan telepon sebanyak dua kali tidak merespon.

Sebelumnya, Satuan Tugas (Satgas) Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) di lima kecamatan di Lamsel menjerit honorarium belum terbayarkan sejak Juli 2016.

BACA :  Mundur Bukan Berarti Tunggakan Lunas!

Lima kecamatan tersebut yakni Kecamatan Katibung, Sidomulyo, Candipuro, Way Sulan dan Merbau Mataram. Selain itu ratusan lahan milik warga ditiga kecamatan tersebut hingga kini masih menanti pelunasan Uang Ganti Rugi (UGR) dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan rakyat (Kemenpupera).

Camat Way Sulan Tri Mujianto membenarkan perihal tunggakan honororium Satgas Tol. Dikatakannya sudah sepuluh bulan Satgas Tol tidak lagi menerima honor. Anehnya, Satgas Tol selain lima kecamatan tersebut, tidak ada honorarium yang mandek hingga sepuluh bulan lamanya.

“Kami heran, kenapa hanya Satgas Tol STA 36 – 64 saja yang mengalami hal ini. Sementara Satgas selain lima kecamatan ini mengaku lancar soal honororium,” kata Tri Mujianto kepada Radar Lamsel. (ver)

BAGIKAN