Industri Rumahan Mulai Ada Peningkatkan

577

RAJABASA – Para pelaku Industri Rumahan (IR) di Desa Waymuli Timur dan Desa Canti mulai mengalami perkembangan di beberapa sektor. Perkembangan itu mulai terlihat dari sektor permodalan yang didapat dari Lembaga Keuangan Mikro (LKM) dan dari sektor pemasaran di berbagai tempat, seperti disekitar di Dermaga Canti dan Kios yang terletak di rest area Masjid Kubah Intan Kalianda.

“Salah satu penunjang pemasaran adalah melakukan promosi. Para pelaku IR sudah melakukan dengan cara berjualan di rest area dan memperluas hasil usahanya dengan cara menjual secara online,,” kata pendamping Industri Rumahan Kecamatan Rajabasa Riza Fitra.

Pada perkembangan disektor permodalan, sambung dia, para pelaku IR sudah membentuk kelompok di masing-masing desa. Kemudian membentuk forum antar pelaku IR untuk mempermudah koordinasi agar mempunyai kekuatan permodalan antar kelompok.

BACA :  Jembatan Patriot Dipercantik

“Dari kelompok-kelompok yang sudah dibentuk, masing-masing dari kelompok membentuk forum IR. Para pelaku IR bisa memanfaatkan forum itu untuk membuat usaha baru seperti usaha kelompok,” tambahnya.

Dari dua sektor yang sudah mengalami perkembangan, para pelaku IR masih mempunyai pekerjaan rumah yaitu memperkuat sistem dari sektor pengemasan. Menurut Riza, cara pengemasan yang dilakukan para pelaku IR saat ini masih terkesan biasa-biasa saja, sehingga perlu ditingkatkan.

“Kalau berbicara masalah rasa seperti keripik dan emping, saya yakin rasanya tidak kalah dengan keripik dan emping yang diproduksi dari luar. Tapi kita harus tahu, dalam sistem bisnis seperti ini kemasan bisa mempengaruhi minat konsumen, sehingga harus lebih ditingkatkan” katanya.

BACA :  Tiga Poin AKD Disusun Pimpinan Sementara

Lebih jauh dia mengatakan, untuk mempercantik cara pengemasan produk para pelaku IR, pihaknya sudah mengajukan proposal ke Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi yang dianggap ahli dalam mendesain jenis, bentuk dan logo kemasan.

“Kita sudah berkonsultasi dengan rumah kemasan di Dinas Perindustrian dan Perdagangan, tetapi dinas terkait belum bisa memberikan pelatihan karena penanggung jawab dan operator masih demisioner. Kami akan mengajukan proposal itu pada bulan ini, karena kami mendengar kabar bahwa bulan ini sudah ada pengisian,” pungkasnya. (rnd)

BAGIKAN