Investasi 2019 Biasa Saja

123
Ilustrasi Investasi

Kadin: Investor Tunggu Hasil Pemilu

KALIANDA – Lonjakan investasi di Lampung Selatan pada awal tahun 2019 belum menunjukan grafik peningkatan yang signifikan untuk kabupaten ini.

Investasi yang cendrung biasa saja itu disinyalir tak lepas dari pergolakan politik yang sedang melanda tanah air. Indikasi investor wait and see pun menguat. Sebab, para investor tengah menunggu hasil dari pada pemilu yang bakal dihelat 17 April mendatang.

Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Lampung Selatan Budiman Dabo tak menampik derasnya invetasi dipengaruhi situasi politik yang masih belum stabil.

“ Investasi yang ditanam oleh para investor memang cenderung flat untuk 2019 ini. Faktor utamnya tak terlepas dari policy ekonomi yang ditawarkan, investor masih akan melihat sampai Pemilu usai,” ujarny Budiman sapaan karib Budiman Dabo kepada Radar Lamsel, Minggu (10/2).

BACA :  Pemilu di Lamsel Tertib, Aman dan Kondusif

Dilanjutkan situasi politik secara nasional tentu berimbas pula ke daerah. Sebab kata Budiman, kecil kemungkinan para investor menanam modal di Jakarta karena yang dibidik justru investasi ke daerah-daerah.

“ Tentu ada pengaruh dali situasi politik nasional. Karenanya dampak daripada itu terasa sampai ke daerah. Sebab investasi oleh para investor pasti menyasar ke daerah yang ada di tanah air,” beber Budiman.

Dari sudut pandang Budiman diartikan bahwa investaasi baru akan tumbuh kembang setalah Pemilu selesai. Karena pasca Pemilu sudah terlihat siapa yang  menang dan normalisasi diprediksi baru berjalan setelah itu.

BACA :  Satu Korban Meninggal Diduga DBD

“ Dari segi perdagangan, perindustrian maupun Penanaman Modal Asing (PMA) sejak tahun lalu memang loyo. Karenanya masyarakat dan Pemkab mesti fokus mengedepankan potensi unggulan yang ada ditiap daerah untuk mendongkrak minat ienvestor lokal,” imbuhnya.

Hal ini juga merupakan tugas dan fungsi Kadin untuk menyumbangkan pemikiran bagi Pemkab Lamsel dalam segi perdagangan dan perindustrian.

“ Belum lama ini kita juga menggelar Gebyar Kadin untuk menjaring investasi dengan skala daerah. Disamping diskusi keberadaan JTTS yang bisa dimanfaatkan oleh daerah untuk memanage prgerakan dibidang investasi,” tandasnya. (ver)

BAGIKAN