Isyaratkan Ikuti Kontestan Pilkada, Dwie Aroem Belum Ada Rencana Konkret

227
Foto Ist- Anggota DPR RI periode 2014-2019, Dwie Aroem Hadiatie bersama Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman Kabupaten Pesawaran, Firman Rusli.
GEDONGTATAAN – Meskipun KPU saat ini tengah menyusun rancangan Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) pada rencana pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2020 mendatang. Namun sinyal majunya sejumlah tokoh di Kabupaten Pesawaran mulai bermunculan.

Seperti halnya Anggota DPR RI periode 2014-2019, Dwie Aroem Hadiatie, dimana dalam foto yang di unggahnya melalui instagram secara gamblang menyebut dirinya bersama Firman Rusli, selaku Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman Kabupaten Pesawaran sekakigus peserta Pemilukada dari jalur independen pada 2010 lalu ini merupakan putra dan putri Pesawaran untuk Pesawaran yang lebih baik.

 
 “Untuk Pesawaran yang lebih baik tentunya dari kami-kami yang memang putra-putri asli Pesawaran, putra-putri asli Lampung asli Adat Saibatin, Insyaallah,” tulis Aroem dalam foto tersebut.

Meskipun dalam unggahanya Aroem mendapatkan dukungan dari para netizen untuk maju dalam Pilkada Pesawaran. Namun, saat dihubungi dirinya menyampaikan hingga saat ini belum memiliki rencana konkret, apalagi menyatakan maju dalam kontestasi politik di Pesawaran.

 
 “Kita cuma baru bicara-bicara aja masalah Pesawaran saat ini dan kedepan. Kami dan tetua-tetua saibatin ngobrol-ngobrol saja. Begitu juga dengan ayahanda saya, kami bicara masalah kesejahteraan masyarakat Pesawaran dan figur-figur yang kami harapkan bisa membuat Pesawaran lebih baik,” ujarnya.

BACA :  109 CJH Pesawaran Ikuti Manasik Haji

Sebab menurut putri mantan Ketua DPD I Golkar Lampung, Alzier Dianis Thabranie ini, sebagai orang asli Pesawaran, pihaknya telah melihat dan merasakan keprihatinan. Dengan begitu, ia menyatakan wajar jika orang Pesawaran memikirkan Pesawaran, apalagi di Pesawaran memiliki potensi banyak potensi yang harusnya dapat dikembangkan, dilestarikan dan didukung. 

 
“Kalau itu (dukungan dari partai dan kader) silahkan tanya dengan Golkar Pesawaran. Mungkin saja Golkar punya calon lain atau mungkin juga mereka tetap mau dukung incumbent,” tandasnya.

Terpisah, Ketua DPD II Partai Golkar Pesawaran, Yusak menyatakan hingga saat ini pihaknya belum mendapatkan masukan dan aspirasi langsung dari kader maupun pengurus partai ditingkat kecamatan maupun desa. Namun selaku ketua DPD, pihaknya hanya berharap nantinya ada kader Golkar yang betul-betul mampu untuk menang dalam Pilkada tersebut. “Kalau partai siap mendukung. Tapi sejauh ini belum ada nama-nama lain yang masuk, karena yang saya dengar untuk di internal partai sendiri baru Mustika Bahrum (anggota DPRD Pesawaran),” terang Yusak.

Meskipun dari internal DPD II Partai Golkar Pesawaran telah memiliki satu nama calon yang akan didukung, namun menurutnya dukungan tersebut tidak hanya pada kepengurusan tingkat kabupaten saja, akan tetapi juga dibutuhkan restu dari DPD I Provinsi Lampung dan diputuskan oleh Golkar pusat untuk menunjuk calon yang nantinya akan di dukung. “Kalau untuk saat ini, menurutnya masih sah-sah saja jika ada yang ingin mendapatkan dukungan dari Partai Golkar,” imbuhnya.

Namun ia juga mengakui bahwa pada Pilkada 2020 mendatang, Golkar Pesawaran hanya mendapatkan empat kursi di DPRD, dengan begitu, untuk mengusung calon sendiri dibutuhkan koalisi dengan partai lain agat tercukupi minimal 9 kursi. “Kalau kita jadi yang nomor 1 siap, jadi yang nomor 2 juga siap. Tapi tentunya kami mengutamakan kader Golkar baik dia yang aktif di tingkat kabupaten maupun pusat,” pungkasnya. (Rus)

BAGIKAN