Jadi Kusir Delman di Pantai Ketang, Tinjau Lokasi Belerang Simpur di Kaki Gunung Rajabasa

799
Idho Mai Saputra – Wabup Nanang Ermanto didampingi Kepala Disparbud Fauziah Arief dan Camat Kalianda Erdiansyah saat meninjau lokasi wisata Belerang Simpur dan Pantai Ketang Kalianda, kemarin.

Dari Kunjungan Wabup Nanang Ermanto ke Lokasi Wisata di Kalianda

Wakil Bupati Lampung Selatan Nanang Ermanto meyakini pariwisata bakal menjadi industri yang dapat mensejahterakan masyarakat di Kabupaten Lamsel. Untuk mewujudkan itu dia menyempatkan diri untuk meninjau sejumlah objek wisata di Kalianda.

Laporan IDHO MAI SAPUTRA, KALIANDA

RIMBUNNYA pepohonan dilokasi perkebunan warga Desa Kecapi, Kecamatan Kalianda meyambut kedatangan Wakil Bupati Lamsel Nanang Ermanto, Minggu (29/1) kemarin.

Orang nomor dua di bumi Khagom Mufakat ini memang sengaja datang untuk melihat kawah panas yang mengandung belerang keluar dari perut Gunung Rajabasa di desa yang mayoritas berpenduduk pribumi Lampung itu.

Aktivitas Nanang ini memang tak seperti kebanyakan pejabat yang memilih istirahat pada setiap akhir pekan. Dia justru antusias berjalan kaki ke lokasi pemandian air belerang Simpur yang lokasinya berada di kaki Gunung Rajabasa. “Saya memang ingin melihat langsung lokasi ini (belerang simpur),” kata Nanang kepada Radar Lamsel.

Dalam tinjauan itu Nanang tak sendiri.  Dia didampingi Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Lamsel Hj. Fauziah Arief dan Camat Kalianda Erdiansyah, S.H., M.M. Cuaca mendung dan waktu yang menunjukan pukul 15.40 WIB tak menyurutkan para pejabat itu untuk melihat dari dekat potensi wisata tersebut.

Dengan semangat, para pejabat itu juga didampingi aparatur Desa Kecapi dan Karang Taruna desa setempat langsung menyisiri jalan rabat beton untuk menuju lokasi dengan berjalan kaki. Maklum, untuk menuju lokasi kendaraan roda empat tidak bisa sampai ketempat tujuan.

Bahkan, pasangan Bupati H. Zainudin Hasan ini menolak ketika ditawarkan untuk menggunakan roda dua menuju ke lokasi yang jaraknya sekitar 2 kilometer.

“Kelihatannya jalan kaki lebih seru. Sekaligus menikmati pemandangan alam yang memang masih asri,”ujar Nanang menolak tawaran aparatur Desa Kecapi.

Di perjalanan menuju lokasi, mantan anggota DPRD Lamsel ini terus memuji keindahan alam yang diciptakan Allah SWT untuk umat manusia. Sehingga, perjalanan yang terasa cukup jauh tidak begitu terasa melelahkan. Tak hanya itu, dia juga menyapa para pengunjung yang sedang memanfaatkan aliran air belerang tersebut untuk mandi.

BACA :  Asa TEC Hapuskan Fee Proyek dan Jual Beli Jabatan

“Sekarang tinggal bagaimana masyarakat memanfaatkan keindahan alam ini. Daerah lain tidak memiliki ini. Sungguh indah ciptaan Allah SWT yang patut kita syukuri. Tinggal masyarakatnya saja, mau atau tidak berfikir maju. Karena, jika dikelola dengan baik keberadaan wisata alam ini bisa menambah income masyarakat,” kata Nanang.

Sekitar 20 menit menempuh perjalanan, rombongan yang berjumlah puluhan orang ini tiba di lokasi. Setelah melihat sekeliling, Nanang kembali takjub melihat wisata alam yang memang langka ditemui diberbagai daerah.

Dia meminta masyarakat setempat melalui aparatur desa agar guyub rukun menjaga lokasi tersebut. Bahkan, budaya gotong royong diharapkan bisa terus dijalankan untuk membangun kawasan tersebut.

“Kalau bukan kita yang mengembangkan, mau siapa lagi. Saya harap, dengan kegotongroyongan kita bisa mengembangkan kawasan ini. Supaya kedepan bisa lebih ramai. Tinggal urusan pemerintah yang mempromosikannya ke luar. Agar, masyarakat dari luar daerah mengetahui keberadaan wisata alam yang kita miliki. Saya yakin pariwisata bakal menjadi industri yang bisa mensejahterakan masyarakat disekitarnya,” imbuhnya.

Setelah rampung melihat kondisi alam sekitar, perjalan dilanjutkan ke wisata bahari yang berada di kawasan Kelurahan Way Urang. Kebetulan, hari ini (kemarin’red) Pemerintah Kecamatan Kalianda bersama penggiat wisata dan Disparbud tengah mengkonsep pembukaan kawasan pantai ketang untuk dikelola lebih baik.

Layaknya seperti obyek wisata pantai di Parangtritis, di  Yogyakarta. Pantai Ketang disediakan jasa kereta kuda atau delman untuk memanjakan wisatawan menikmati hamparan pantai yang memang belum tertata dengan baik.

Wabup Nanang bahkan menyempatkan diri untuk menjadi kusir delman yang mengangkut Kadisparbud Fauziah Arief dan Camat Kalianda Erdiansyah. Sayangnya kuda yang dikusiri Nanang tak mau juga bergerak yang membuat gelak tawa para penumpang.

BACA :  Penjaringan Demokrat Tunggu Juklak Juknis

Nah, ini baru kreatif. Memang harus jajaran Disparbud, kecamatan dan masyarakat bergotong-royong menciptakan suatu terobosan. Pandangan saya dengan adanya kereta kuda ini menjadi daya tarik pengunjung. Dari situ, kawasan ini menjadi ramai dan warga sekitar yang akan merasakan keuntungannya,”kata Nanang lagi.

Dilokasi ini Nanang tidak begitu lama. Sebab, waktu telah menjelang Maghrib. Setelah mencoba menunggangi kereta kuda, Nanang langsung pamit undur diri meninggalkan lokasi Pantai Ketang.

“Sekarang ini, bagaimana caranya kita menggencarkan promosi. Namun, masyarakat harus terus dilibatkan. Karena, memang masih banyak yang perlu ditata. Lokasi ini harus bersih atau bebas dari sampah. Saya yakin, dengan semangat Camat Kalianda yang masih muda dan Kepala Disparbud yang kreatif dan lincah ini bisa memajukan dunia pariwisata kita,”tutupnya sebelum meninggalkan Pantai Ketang.

Kepala Disparbud Fauziah Arief mengaku siap membantu apa yang menjadi kebutuhan warga melengkapi fasilitas di dua lokasi wisata yang berbeda itu. Sehingga, kedepannya bisa menjadi lokasi wisata unggulan di Kota Kalianda.

“Yang terpenting, kita bersama-sama melakukan perbuatan dulu. Asal masyarakat mau diajak untuk maju dan berkembang. Ajukan apa yang dibutuhkan untuk menunjang lokasi wisata ini dengan proposal yang memang masuk akal. Yakinlah, pemerintah akan berupaya semaksimal mungkin,”tegas Fauziah.

Sementara itu, Camat Kalianda Erdiansyah akan terus menggerakkan masyarakat untuk gotong-royong menjaga dan membersihkan kawasan wisata. Sebab, dunia pariwisata merupakan aset berharga yang tak ternilai harganya.

“Apalagi yang bisa kita perbuat untuk daerah kita selain bersama-sama menjaga aset wisata ini. Kami yakin, masyarakat sekarang sudah cerdas, mereka pasti mau bersama-sama membangun daerahnya,”pungkas Erdi. (*)

BAGIKAN