Jaga Stabilitas Stok Beras dan Harga

644
Shofyan Apriyansyah – Berigjend. Afifudin, Kansilog Kalinda Lamsel Riki Febriadi dan petani Palas saat negosiasi haraga GKP, Rabu (1/6).

PALAS – Untuk memenuhi target 500 ribu ton beras dalam satu tahun, Pemerintah Provinsi (Pemrpv) Lampung melalui Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura (PTPH) berharap kepada petani untuk bisa bersinergitas dalam menyukseskan program upaya kusus menyerap hasil produksi gabah petani.
Hal itu diungkapkan Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) DPTPH Provinsi Lampung Emilia Kusumawati saat melakukan kegiatan Serap Gabah Petani (Sergap) di wilayah Palas dan Sragi bersama Ketua Tim Sergap Mabes TNI AD Brigjend. Affifudin, Plt. Kepala Dinas (Kadis) TPH Kabupaten Lampung Selatan Ratnawati, Rabu (1/6).
Lebih lanjut Emilia Kusumawati menjelaskan, upaya sergap merupakan strategi pemerintah pusat guna menyiasati ketersedian pangan domestik. “Jika program tidak terimplementasi dengan baik, baik ditingkat provinsi dan kabupaten berdampak kekosongan stock digudang bulog. Maka tidak menutup kemungkinan secara nasional, pemerintah akan mengeluarkan kebijakan mengimpor beras,” ujar Emilia Kusumawati.
Dampaknya kata Emilia lagi, jika itu sampai terjadi akan sangat merugikan dan memberatkan petani sendiri. “Karena harga beras secara nasional akan turun dan otomatis harga gabah kering panen (GKP) juga turun. Kalau sudah begitu, petani tidak bisa menutupi besarnya biaya oprasional mulai dari pasca panen hingga panen,” ujar Emilia Kusumawati.
Kepala UPT PTPH Provinsi Lampung itu berharap agar petani bisa bersinergi dan mau menyisihkan sebagian hasil produksinya kepada Bulog agar stabilitas ketersedian pangan dan harga bisa terjaga.
“Paling tidak 40 persen hasil produksi dijual kepada bulog. Saya pikir harga yang ditawarkan bulog juga cukup lumayan. Kita berharap kontribusi nyata petani kepada pemerintah mengingat begitu besar perhatian pemerintah kepada petani ksususnya diwilayah Palas dan Sragi selama ini,” papar Emilia Kusumawati.
Sementara Ketua Tim Sergap Mabes TNI AD Brigjend. Afifudin mengatakan, pihaknya hanya mendapingi istansi pertanian terkait untuk meyerap gabah kepada petani. Pihaknya berharap melalui program Upsus yakni sergap, pemerintah bisa menjaga stabilitas ketersedian pangan dan harga.
“Dengan demikian pemerintah bisa tetap menjaga stabilitas ketersedian pangan dan harga beras secara nasional. Mewujudkan swasembada atau mandiri pangan secara nasional bisa terwujud,” ujar Jendral bintang satu ini.
Data yang dihimpun Radar Lamsel Pemerintah Provinsi Lampung ditergetkan oleh Pemerintah Pusat untuk mengisi kuota sebesar 500 ribu ton beras untuk tahun ini. Diketahui, selama musim panen tahun ini Pemerintah Provinsi baru berhasil meyerap gabah petani sebesar 209 ribu ton gabah.(yan)

BACA :  PAD Lamsel Turun Rp 3,5 M