Jalan Batupuru Masuk Prioritas Pembangunan

60
Kemas Yogi - Warga Dusun Batupuru saat bergotong royong menimbun lubang di jalan yang kerusakannya cukup parah, kemarin.

NATAR – Kabar gembira bagi masyarakat Dusun Batupuru, Desa Tanjungsari, Kecamatan Natar dan sekitarnya yang menggunakan jalan menuju Stasiun Rejosari sebagai akses utama. Pasalnya, Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan akan menjadikan jalan tersebut prioritas pembangunan pada 2020 mendatang. 

Jalan yang rusak parah tersebut awalnya memang diperkirakan sebagai jalan milik PTPN 7 tetapi belakangan status jalan tersebut mulai diketahui sudah menjadi milik Pemkab Lamsel. 

Camat Natar Koharudin mengatakan, jalan tersebut memang milik Pemda Lamsel namun banyaknya kendaraan besar milik sejumlah perusahaan yang menggunakan jalan tersebut membuat Pemda meminta pertanggungjawaban dari perusahaan. “Tetapi setelah sering digebrak tetap tidak ada tanggapan dari perusahaan, artinya masyarakat berharap ada kepedulian perusahaan untuk menimbun jalan sebelum pemda bergerak,” ungkapnya.

BACA :  Januari-Maret, 40 Kasus DBD di Kecamatan Natar

Ia memastikan telah menjadikan prioritas utama dalam perencanaan Kecamatan Natar untuk pembangunan jalan tersebut. “Ada tiga desa yang menggunakan jalan tersebut bahkan empat desa diantaranya Desa Tanjung Sari, Negara Ratu, Bumi Sari dan Rejosari sehingga sangat layak untuk dijadikan prioritas 2020,” katanya.

Masyarakat Dusun Batupuru pun menyambut gembira kabar tersebut. Kendati demikian warga tetap berusaha menjadikan jalan tetap layak dilewati dengan bergotong royong menimbun lubang. “Ya kami berinisiatif untuk menimbun, biar perusahaan-perusahaan merasa malu bahwa jalan yang mereka rusak kami yang memperbaiki,” kata Muhammad (60) warga setempat.

BACA :  Tak Layak Huni, Kodim - Warga Bedah Rumah Mbah Sayem

Ia berharap, perusahaan-perusahaan yang menggunakan jalan tersebut untuk sadar diri dan memiliki rasa malu yang tinggi. “Harapan kami perusahaan yang ada disini ikut membantu menimbun jalan yang lubangnya sangat besar, kami tidak sanggup,” tuturnya. (kms)

BAGIKAN