Jalan Poros Desa Kemukus Kapan Diperbaiki?

132
Nyoman Subagio – Inilah kondisi jalan poros di Desa Kemukus, Kecamatan Ketapang yang hingga kini belum ada perbaikan dari pemerintah.

KETAPANG – Jalan rusak penghubung antar desa dan kecamatan di Kabupaten Lampung Selatan masih banyak ditemukan. Salah satunya di Desa Kemukus, Kecamatan Ketapang.

Secara geografis, Desa Kemukus terletak disebelah barat Kecamatan Ketapang dan berbatasan langsung dengan Kecamatan Sragi. Jalan utama yang dimiliki desa ini tingkat kerusakannya cukup parah. Betapa tidak, jalan aspal yang sebelumnya dibangun kini sudah hilang dan tinggal menyisakan batu lepas yang membahayakan pengendara saat melintasinya.

Desa Kemukus pemekaran dari Desa Karangsari pada tahun 2002 silam yang memiliki sekitar 650 kepala keluarga (KK) ini masih terkesan tertinggal. Ini dikarenakan infrastruktur jalan poros yang tidak mendapat perhatian dari pemerintah.

Kesan desa yang kurang mendapat perhatian dari pemerintah sudah terlihat ketika memasuki perbatasan antara Desa Sripendowo dan Desa Kemukus. Masyarakat akan disuguhkan jalan rusak yang berbentuk batu onderlah lepas yang sulit dilalui kendaraan roda dua dan roda empat.

Padahal jalan poros desa itu menghubungkan dengan desa-desa lainnya di Kecamatan Ketapang, Kecamatan Sragi dan Kecamatan Penengahan. Luputnya perhatian pemerintah terhadap infrastruktur jalan poros di desa ini menjadikan keluhan setiap hari warga 650 KK dan pengguna kendaraan yang melintas dijalan poros Desa Kemukus sepanjang 2 kilometer.

Pantauan Radar Lamsel kemarin, kerusakan jalan yang cukup parah mulai dirasakan ketika memasuki perbatasan desa. Kondisi medan jalan tanjakan terjal ditambah batu onderlah lepas membahayakan pengguna kendaraan. Masyarakat yang melintasi jalan poros itu harus ekstra hati-hati. Ditambah lagi saat memasuki musim hujan, badan jalan menjadi licin sehingga rawan kecelakaan.

Menurut warga setempat, jalan poros sepanjang 2 kilometer sudah menjadi keluhan warga selama lima tahun lalu. Namun hingga kini kerusakan jalan itu belum mendapat perbaikan dari pemerintah. “Setiap hari (pagi-sore) kami harus melewati jalan seperti ini (rusak parah’red). Entah kapan mau diperbaiki jalan ini, pak,” celetuk salah seorang pelajar SMP kepada wartawan Radar Lamsel yang melintasi jalan itu, kemarin.

Kepala Desa Kemukus Imam Junaidi mengaku prihatin melihat kondisi jalan poros yang rusak parah tersebut. Dia mengaku sudah sering kali mengajukan perbaikan baik melalui Pemerintah Kecamatan Ketapang dan Pemkab Lamsel namun belum ada perhatian serius untuk membangun jalan rusak sepanjang 2 kilometer itu.

Menurutnya, terkahir kali jalan poros tersebut mendapat perbaikan pada tahun 2014 silam. Namun pembangunan berupa jalan lapen itu tidak mampu bertahan lama. Imam Junaidi beralasan, pembangunan jalan lapen tidak sesuai kondisi badan jalan yang ada (tanjakan).

“Memang sempat dibangun jalan lapen lima tahun lalu tapi tidak tahan lama. Kondisinya yang menanjak dan tidak dibangun siring sehingga aspal jalan cepat sekali digerus air. Kini kondisinya seperti jalan onderlah dengan batu lepas. Kondisi seperti ini sangat membahayakan pengguna kendaraan terutama kendaraan sepeda motor,” kata Imam Junaidi belum lama ini.

Menurut Imam, jalan poros Desa Kemukus sangat vital karena menghubungkan kedesa-desa tetangga. Seperti Desa Lebungnala, Kecamatan Ketapang dan desa-desa lainnya di Kecamatan Sragi dan Kecamatan Penengahan. “Apalagi jalan ini merupakan akses utama bagi masyarakat untuk mengangkut hasil pertanian baik yang ada di Kecamatan Sragi dan Penengahan,” tutur Imam.

Lebih lanjut kepala desa dua periode ini mengatakan, menurut rencana kerusakan jalan poros sepanjang 2 kilometer itu akan dibangun tahun 2018. Namun hingga kini tidak ada kejelasan yang pasti terkait kabar baik itu. “Warga kami selalu mempertanyakan, kapan jalan akan diperbaiki. Kami mengharap pemerintah memperhatikan jalan poros didesa kami. Untuk apa jalan lingkungan mulus tapi jalan poros rusak parah,” paparnya. (man)

BAGIKAN