Jatiagung Ibu Kota Kabupaten Bandarlampung

24
Rifky - Sosialisasi terkait pemekaran Kabupaten Lamsel menjadi Kabupaten Bandar Lampung terus digencarkan, Senin (2/12).

TANJUNG BINTANG – Asa pemekaran lima kecamatan menjadi Daerah Otonomi Baru terus digaungkan. Hasil kajian Tim Persiapan Pemekaran Daerah (TPPD) Kabupaten Bandarlampung memilih Kecamatan Jatiagung sebagai ibu kota Kabupaten Bandarlampung, kelak.

          Mengapa, yang dipilih Kecamatan Jatiagung sebagai pusat pemerintahan, bukan Kecamatan Natar, Tanjungbintang,Tanjungsari atau Merbaumataram? Jawabannya, pemilahan berdasar hasil kajian mendalam dari TPPD. Belum lagi animo penduduk lima kecamatan diwilayah barat untuk berpisah dari Bumi Khagom Mufakat sudah bulat, tak penting nama kabupaten dan sebagainya. Mereka satu suara, yang penting pemakaran.

Wakil ketua tim kajian dari Unila Syarifudin mengatakan ada

empat nama Kabupaten yang diusulkan oleh masyarakat yang sudah melalui study kelaikan, yakni Kabupaten Natar Agung, Bandar Agung, Bandar Negara, dan Bandar Lampung. Nama Kabupaten Bandar Lampung dianggap tepat sebagai Kabupaten penyanggah Kota Bandar Lampung.
          “Dari Unila memberikan saran dengan pertimbangan, nama itu diambil dari segi harapan, cita-cita dan seterategi dengan tujuan agar Kabupaten Bandar Lampung ini bisa menjadi penyanggah Kota Bandar Lampung dan cepat berkembang, hasil kajiannya, pusat Kabupaten Bandar Lampung kelak berada di Kecamatan Jati Agung,” kata Syarifudin saat sosialisasi DOB di Balai Desa Jatibaru, Kecamatan Tanjungbintang, Senin (2/12).
          Syarifudin melanjutkan salah satu syarat pemekaran suatu daerah minimal lima Kecamatan. Menurutnya, Kabupaten Bandar Lampung sudah laik untuk berdiri dan berpisah dari Kabupaten Lampung Selatan.
          “Untuk pemekaran suatu daerah minimal lima kecamatan, kami mengkaji dari segi identitas bentang alam dan segi budayanya, kami mengkaji mulai dari Kecamatan Natar hingga Bakauheni,” imbuhnya.

BACA :  Wujudkan Srikaton Sebagai Desa Hiburan dan Wisata

          Ketua TPPD H. Puji Sartono mengatakan, bahwa di Kabupaten Bandar Lampung itu terdapat 460.000 jiwa. Dia mengatakan, sosialisasi itu dilakukan di lima Kecamatan secara bergantian dengan tujuan memperkenalkan TPPD yang dibentuk oleh Bupati kepada masyarakat.
          “Sosialisasi di Natar pada Sabtu, Tanjung Bintang pada Senin, Merbau Mataram pada Selasa, Tanjung Sari pada Rabu dan Jati Agung pada Kamis. Sudah saatnya proses yang dahulu saat ini ditindak lanjuti, Januari target kami sudah paripurna,” ujar Puji dalam pemaparannya.
          Mantan legislator Lamsel ini meminta dukungan kepada seluruh peserta sosialisasi untuk menjadi Panitia pemekaran. “Memang yang ditunjuk oleh Bupati hanya 43 orang, tetapi saya sangat berharap dukungan dari seluruh masyarakat untuk menjadi panitia pemekaran,” ungkap Puji.
          Sementara Camat Tanjung Bintang Hendri Hatta, S.Ag sangat mendukung dengan adanya pemekaran itu. Menurutnya, pemekaran itu bisa mempercepat proses pemerataan pembangunan. “Nama itu urusan belakang, intinya kita mekarkan dulu agar pelayanan semakin dekat, selain itu juga proses pemerataan pembangunan juga akan lebih cepat,” sebut Hendri.
          Rencana pemekaran DOB ini juga memantik tanggapan dari kalangan pemuda disana. Adi (21) tokoh pemuda setempat tampak antusias dan sangat mendukung pemekaran Kabupaten Lampung Selatan. “Saya sebagai pemuda tentunya sangat mendukung,” pungkas Adi.
          Sosialisasi itu berlangsung di Balai Desa Jatibaru, dihadiri Kepala Bagian (Kabag) Otonomi Daerah (Otda) Setiawansyah, sejumlah Anggota DPRD Kabupaten Lampung Selatan dan seluruh panitia TPPD. Sosialisasi itu juga diikuti seluruh Kepala Desa, ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD), serta para tokoh se-Tanjung Bintang. (CW1)

BACA :  Desa Kaliasin Usung Konsep Pembangunan Merata
BAGIKAN