Jembatan Batang Kelapa Jadi Atensi

25

KALIANDA – Proses lelang proyek jembatan penghubung Desa Pamulihan Kecamatan Way Sulan – Desa Karyamulyasari Kecamatan Candipuro dapat sindiran dari anggota Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Sebab, paket proyek senilai empat ratus jutaan itu sampai kini belum menemukan pemenang tender. Imbasnya, warga di sekitar jembatan acap jadi korban luka akibat terjerumus dari atas jembatan yang tak layak dilalui itu.

          Sindiran itu dilontarkan Anggot F PKS Dede Suhendar. Mantan kader Gerindra yang kini duduk sebagai legislator Lamsel itu menyayangkan lambatnya realisasi lantaran terganjal proses lelang.

          “ Kita tahu bahwa jembatan itu pernah menjadi batu sandungan yang menyebabkan bupati non aktif Zainudin Hasan terkena OTT. Tetapi seharusnya semua pihak kembali melihat keselamatan warga disana yang sering celaka akibat terjatuh saat melintas,” ujar Dede usai meninjau lokasi jembatan ekstri berbahan kayu kelapa, Rabu (16/10).

          Politisi asal Way Sulan itu mengutip Umar bin Khattab radhiallahu ‘anhu ‘Seandainya seekor keledai terperosok di Kota Baghdad karena jalanan rusak, aku sangat khawatir karena pasti akan ditanya oleh Allah Ta’ala, ‘Mengapa kamu tidak meratakan jalan untuknya?’.

          “ Seorang Umar bin Khattab pun peduli ketika seekor keledai terperosok ke jalan yang rusak. Ia menanyakan kenapa tidak meratakan jalan untuknya (keledai ‘red). Lha ini manusia lho yang terperosok, dalam dua bulan terakhir sudah enam pemotor tumbang disana (jembatan) lalu apakah kita harus membiarkan itu?,” ucapnya melempar tanya.

BACA :  Kerajinan dan Olahan Khas Lamsel Tampil di Jawa Tengah

          Dede tak habis pikir kalau saja proyek jembatan penghubung dua kecamatan itu kembali gagal tahun ini. Kekhawatiran Dede tentulah dilandasi puluhan kejadian di TKP sejak ambruknya jembatan itu dihantam banjir dua tahun silam.

          “ Kalau tahun ini tidak jadi juga lalu masyarakat ini mesti percaya kepada siapa lagi? Seharusnya kepercayaan masyarakat kepada pemerintah janganlah digerus karena soal-soal yang demikian,” kata dia.

          Masih kata Dede, kalaupun ihwal adminsistrasi menjadi penghambat lelang? Maka Dinas terkait perlu mengevaluasi proses tersebut. Dan apabila kendalanya di hack atau semacamnya ia juga menyarankan PUPR mengikuti masukan Politikus Demokrat Lamsel Jenggis Khan Haikal untuk mencari ahli dibidang IT.

          “ Masyarakat tidak banyak tahu soal njlimetnya proses lelang. Masyarakat hanya ingin jalan itu diperbaiki. Sesederhana itu keinginan meraka, lalau apakah dengan banyaknya korban luka jalur ini masih belum jadi prioritas pembangunan juga? Mari bermunajat agar proyek ini segera mendapatkan pemenang lelang,” ucapnya.

BACA :  Kenaikan UMK Tunggu SK Gubernur

          Terpisah, Kepala UPT PU Way Sulan Gembong Priono dengan berat hati menyebut proyek tersebut belum juga menemukan pemenang. Atas dasar itu ia sebagai UPT PU Way Sulan tak tahu lagi mesti berbuat apa.

          “ Belum ada pemenang nya. Saya juga bingun dengan masyarakat yang bertanya kapan jembatan itu bisa diperbaiki? Saya juga kasihan pas dikirimi gambar orang luka-luka karena terjatuh dari jembatan kayu kelapa itu,” ucap Gembong.

          Kepala Desa Pamulihan, Saparudin juga tampak habis ide soal perbaikan jembatan itu. Perawatan dua bulan sekali di tubuh jembatan itu belum cukup efektif mencegah jatuhnya korban luka. Disisi lain usulan pembangunan menggunakan DD dianggap menyalahi aturan dan melanggar hukum.

          “ Kita bangun pakai DD menyalahi aturan dan dianggap melanggar hukum. Sementara menunggu pemenang lelang sampai saat ini belum ada pemenang nya. Ini bagaimana sih, sementara warga banyak yang terjatuh disitu. Karena jalur itu dekat dengan sekolah dan anak sekolah setiap hari lewat situ, untuk lewat jalur alternatif lumayan jauh,” imbuhnya. (ver)

BAGIKAN