Jembatan Kelapa Sebabkan Luka

21

KALIANDA – Jembatan batang kelapa penghubung Desa Pamulihan Kecamatan Way Sulan dengan Desa Karyamulyasari Kecamatan Candipuro kembali menyebabkan korban luka.

Pria bernama Sumari harus mendapat perawatan serius usai mengalami patah pergelangan tangan serta hidung pecah, akibat terjatuh saat melintas diatas jembatan kelapa yang tak kunjung diperbaiki sejak kabar Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK terhadap Bupati Lamsel non aktif Zainudin Hasan terjadi.

Anak kandung Sumari, Saparudin mengatakan ayahnya terjatuh saat hendak menggiling gabah menuju pabrik penggilingan mengendarai motor via jembatan tersebut. Saat ini kondisi ayahnya masih dalam penanganan petugas medis RSUD dr. Bob Bazar Kalianda.

“ Kejadiannya jam 10.00 WIB, saat itu saya juga sedang ada pertemuan diluar desa. Mendapat kabar tersebut dan langsung saya bawa ke RSUD Bob Bazar, pergelangan tangan kanan dan kiri patah serta tempurung hidung pecah akibat menghantam batu karena terjatuh dari atas jembatan,” kata Saparudin yang juga menjabat sebagai Kades Pamulihan, saat dikonfirmasi Radar Lamsel ihwal kebenaran informasi tersebut, Senin (14/10).

           Saparudin mengaku sudah pernah hendak mengalokasikan DD untuk pembangunan jembatan, namun hal itu urung terealisasi lantaran menyalahi aturan. Disisi lain, korban kecelakaan di jembatan kelapa itu diakuinya sudah terjadi puluhan kali.

BACA :  Call Center BKD Siap Menjawab Kendala CPNS

          “ Bapak saya bukan korban pertama, sebelum-sebelumnya juga sudah banyak terjadi kecelakaan di jembatan itu. Belum lama ini anak sekolah juga terjatuh disitu dan mengamali luka dibagian kepala,” ungkap Saparudin.

          Kades Pamulihan itu mengaku terpukul dengan banyaknya korban luka di jembatan yang tak kunjung diperbaiki tersebut. Ia sangat berharap jembatan itu dapat segera dibangun oleh Pemkab Lamsel secepatnya agar tak lagi menimbulkan korban luka.

          “ Kalau sudah begini seharusnya menjadi pelajaran. Ini bukan kali pertama saja mas, kami berharap jembatan itu dapat segera dibangun secepatnya. Karena warga kebanyakan nggak tahu lelang dan sebagainya, warga desa tahunya dan maunya jembatan itu segara dibangun. Itu saja, sedangkan dibangun pakai DD nggak boleh karena melanggar aturan,” kata dia.

          Hingga sore kemarin, korban luka masih dirawat di RSUD Bob Bazar. Berdasar keterangan Saparudin, ayahnya harus dioperasi lantaran luka serius yang dideritanya.

          Terpisah, Kepala UPT PUPR Way Sulan Gembong Priono mengaku sudah getol berupaya agar jembatan penghubung dua kecamatan itu jadi prioritas pembangunan tahun ini. Sebab sejak mencuatnya kabar OTT KPK terhadap Bupati Lamsel non aktif Zainudin Hasan, menyebabkan proyek bernilai empat ratusan juta itu urung menemukan pemenang lelang.

BACA :  Tolak Alih Fungsi Sawah Harga Mati !!!

          “ Malu saya, sudah sering saya menghadap agar jembatan itu segera dibangun. Tetapi sampai saat ini belum ada pemenang lelang nya. Tadi saya lihat di LPSE juga masih proses lelang, belum ada pemenang,” kata Gembong Priono.

Ditanya kapan proses lelang berakhir? Gembong mengatakan dalam minggu ini proses lelang tersebut berakhir. Karenanya ia berharap lelang ini segera menemukan pemenang agar masyarakat disana tidak khawatir terus menerus.

“ Minggu ini lelang kemungkinan berakhir. Sudah ada dua penawar atas proyek tersebut tetapi belum menemukan pemenang karena beberapa faktor kelengkapan adminstrasi,” sebut dia.

Gembong juga menyayangkan proses lelang semacam ini tidak seperti yang sudah-sudah. Ia juga berharap masyarakat dapat maklum dengan kondisi ini.

“ Tetap kami perjuangkan agar jembatan itu dibangun tahun ini. Sebelumnya nggak masuk perbaikan tahun ini, tapi kami usulkan lagi dan sudah masuk tahapan lelang. Tetapi memang lelang seperti ini ketat dan kalau tidak memenuhi syarat ya tidak ketemu pemenang lelang,” jelasnya. (ver)

BAGIKAN