Jumlah Pengungsi Terus Meningkat, Posko Desa Totoharjo Butuh Pasokan Beras

397

BAKAUHENI – Tsunami yang menerjang Kecamatan Bakauheni dan Kecamatan Rajabasa pada Sabtu (22/12/2018) lalu membuat banyak masyarakat kehilangan tempat tinggal. Hal ini rupanya mempengaruhi peningkatan jumlah pengungsi.

Seperti yang ada di posko Desa Totoharjo, Kecamatan Bakauheni. Jumlah pengungsi di posko yang bertempat di balai desa itu terus bertambah setiap hari. Dari pendataan, saat ini jumlah pengungsi telah mencapai sebanyak 294 orang.

Jumlah itu naik 11 orang karena pada sehari sebelumnya, atau Sabtu (29/12/2018) jumlah pengungsi sebanyak 283 orang. Tambahan pengungsi ini terdiri dari 2 orang laki-laki, 3 perempuan, dan 6 anak-anak usia dibawah 17 tahun.

BACA :  Pengawasan Pulau Mengkudu Diperketat

Dengan bertambahnya jumlah tersebut, otomatis kebutuhan di posko pengungsian juga akan meningkat. Hal ini pun tak ditampik oleh Kepala Desa Totoharjo, Imam Bukhori.

Imam mengatakan kebutuhan logistik untuk warga yang mengungsi di desanya sedikit kurang memadai. Imam mengatakan posko di desanya itu membutuhkan pasokan stok beras untuk ratusan pengungsi.

“Kalau yang lain Insha Allah cukup. Tapi kami perlu stok beras,” kata Imam kepada radarlamsel.com.

BACA :  Pulau Mengkudu Dijamah Sijago Merah

Menurut Imam, stok beras diperlukan untuk memenuhi kebutuhan pengungsi setelah mereka kembali ke rumah masing-masing.

“Itu perlu, kan pengungsi di sini rata-rata rumahnya hancur. Mereka juga belum bisa bekerja, nah beras itu untuk stok mereka,” ucapnya.

Ratusan pengungsi di Desa Totoharjo berasal dari Desa Kunjir, Sukaraja, Way Muli, dan Pulau Sebesi. “Paling banyak warga Desa Kunjir,” katanya. (rnd)

BAGIKAN