Kader Posyandu Harus Kompak Jalankan Tugas

880
Randi Pratama – Kasi Kesos Kecamatan Penengahan Abdullah saat memberikan pembinaan kepada kader posyandu di Desa Padan, Kecamatan Penengahan, Kamis (29/9).

PENENGAHAN – Posyandu merupakan salah satu kegiatan yang ada diprogram PKK. Posyandu yang masuk dalam kelompok kerja (Pokja) 4 yakni dibidang kesehatan harus bekerja maksimal karena  dibiayai oleh negara. Dana tersebut bersumber dari Dana Desa (DD) melalui kegiatan pemberdayaan dan pembinaan.

Itu diungkapkan Kasi kesejahteraan social (Kesos) dan Infokom Kecamatan Penengahan Abdullah saat memberikan pembinaan kader pos pelayanan terpadu (Posyandu) di Desa Padan, Kecamatan Penengahan, Kamis (29/9).

Dikatakan, kegiatan pembinaan difokuskan kepada Pokja 4 yang membidangi kesehatan. Bidang ini meliputi kelestarian lingkungan hidup, perencanaan sehat, pemberdayaan perempuan dan pemberdayaan kader Posyandu. “Pembinaan seperti ini sudah dilaksanakan hampir diseluruh desa. Harapannya para kader yang mengikuti kegiatan ini harus benar-benar serius melakukan tugasnya untuk membujuk ibu-ibu yang ada didesanya untuk datang ke Posyandu,” katanya.

BACA :  Gelombang Tinggi Diprediksi Sampai September

Lebih lanjut Abdullah mengatakan, diperlukan arahan untuk mengaktifkan kembali masalah Posyandu dengan mengutamakan kekompakan antar kader Posyandu.

“Kita mengarahkan kepada kader agar bisa mengupayakan pemberian makanan tambahan (PMT) seperti bubur kacang untuk memikat anak-anak dan perhatian ibu-ibu supaya ikut dalam melakukan penimbangan,” tuturnya.

“Sedangkan untuk kekompakan, sesama kader agar menerapkan system arisan untuk membahas programnya. Mungkin dengan ini bisa menjaga silaturahmi antar kader agar tidak renggang,” tambahnya.

BACA :  Regulasi Lambat BLT DD Ngadat 

Koordinator kesehatan ibu dan anak PRI Penengahan Husniati, Amd. Keb menjelaskan, saat ini permasalahan utama di Kecamatan Penengahan adalah masyarakat masih malas datang ke Posyandu untuk melakukan penimbangan. Padahal, kata dia, penimbangan sangat perlu untuk mengetahui sejauh mana pertumbuhan balita.

“Berbicara masalah teknis, seluruh desa diwilayah Penengahan memang mempunyai masalah dalam membujuk para ibu untuk mengajak balitanya datang ke posyandu. Kita harus menemukan solusi mengenai hal ini, supaya ibu-ibu didesa tahu kalau melakukan penimbangan di Posyandu sangat penting untuk memantau pertumbuhan anaknya,” jelasnya. (Cw1)