Kadisdik Segera Tinjau SDN 2 Tajimalela

146
Randi Pratama – Inilah lokasi SDN 2 Tajimalela yang tak memiliki siswa baru pada tahun ajaran 2019/2020. Foto dibidik kemarin.

KALIANDA – Dinas Pendidikan Kabupaten Lampung Selatan bakal melakukan peninjauan langsung ke sekolah-sekolah terkait dengan dampak sistem zonasi yang diterapkan oleh pemerintah pusat. Pasalnya, sekolah dasar negeri (SDN) 2 Tajimalela, Kecamatan Kalianda dikabarkan tak memiliki murid baru atau siswa kelas I.

          Kepala Disdik Lamsel Drs. H. Burhanuddin, MM mengungkapkan, sistem zonasi merupakan program pemerintah pusat untuk pemerataan murid. Sehingga, orang tua murid tidak perlu kesulitan sampai jauh-jauh menyekolahkan putra dan putri nya.

          “Semestinya dengan adanya sistem zonasi ini, sekolah tidak sulit mencari siswa. Karena, yang diutamakan adalah mereka yang berdomisili disekitar sekolah. Dengan begitu, ada pemerataan siswa. Karena alasan pintar harus sekolah si sekolah favorit atau sebaliknya. Ini yang kami sebut pemerataan,” ungkap Burhanuddin saat ditemui di Vila Munca, Desa Canti, Kecamatan Rajabasa, Rabu (31/7) kemarin.

          Terkait persoalan SDN 2 Tajimalela yang tidak memiliki murid baru tahun ajaran 2019/2020 karena sistem zonasi, Burhanuddin bakal turun bersama jajarannya untuk melakukan peninjauan. Agar, kedepan bisa diambil langkah tepat untuk mengatasi persoalan yang didera sekolah tingkat dasar tersebut.

BACA :  Penjaringan Anggota KPU Lamsel Dimulai 22 Agustus

          “Mau tidak mau, suka atau tidak suka kita mesti sukseskan sistem zonasi ini. Karena, apa yang menjadi acuan dari pusat harus disukseskan oleh semua daerah,” imbuhnya.

          Saat disinggung apakah akan melakukan penutupan sekolah yang tidak memiliki murid akibat sistem zonasi ini ? pihaknya belum bisa mengambil tindakan. Sebab, perlu dilakukan kajian yang lebih jauh dan terukur.

          “Kita lihat dulu berapa siswa total disana. Kendala lain apa saja, misalnya banyak sekolah disekitarnya yang mengakibatkan tak ada murid. Nanti kita pikirkan win win solution nya setelah kita tinjau langsung,” pungkasnya.

          Sebelumnya diberitakan, tahun ajaran baru semestinya menjadi ladang bagi sekolah untuk menampung siswa-siswi baru. Namun tidak demikian untuk SDN 2 Tajimalela, Kecamatan Kalianda.

BACA :  Satu Jama'ah Haji Asal Kalianda Meninggal

          Tahun ajaran 2019/2020 ini, para guru disana hanya bisa gigit jari. Satu siswa pun tidak ada yang mendaftar disekolah itu. Belum diketahui faktor apa yang membuat sekolah ini sepi peminat, namun faktor zonasi disinyalir kuat menjadi pemicunya.

          Radar Lamsel mencoba menghubungi Kepala SDN 2 Tajimalela, Bunyati, S.Pd. Dia pun mengamini jika tahun ajaran ini sekolahnya memang tidak menerima siswa baru. Bunyati mengatakan bahwa faktor sepinya peminat SDN 2 Tajimalela karena banyaknya SD di lingkungan setempat. Selain itu, faktor zonasi juga menjadi salah satu penyebabnya.

          “Ya, sekolah di situ kan ada 3 tuh. Sekarang mungkin zona-zona itu kan, 3 sekolah itu zonanya sama. Dari dulu SDN 2 Tajimalela memang begitu (susah dapat murid’red),” katanya kepada Radar Lamsel, Selasa (30/7). (idh)

BAGIKAN