Kandang Unggas Warga Sidomulyo Disemprot Vaksin

516
Veridial – UPT Dinas Peternakan didamping Camat Sidomulyo Syamsul Juhari dan Kades Sidomulyo Sutanto saat penyemprotan kandang unggas di Desa Sidomulyo, Rabu (24/8) kemarin.

SIDOMULYO – Unit Pelaksanaan Teknis (UPT) Dinas Peternakan, Kecamatan Sidomulyo melakukan penyemprotan vaksin ke kandang unggas milik warga Desa Sidomulyo. Hal ini dilakukan untuk mencegah penyebaran virus diwilayah setempat, Rabu (24/8) kemarin.
Kepala UPT Dinas Peternakan Kecamatan Sidomulyo Mardiansyah mengatakan, penyemprotan ini dilakukan atas laporan masyarakat yang menemukan unggas milik warga banyak yang mati dalam sepekan terakhir.
“Informasinya sudah sepekan ini banyak unggas yang mati diwilayah Sidomulyo. Kami langsung menurunkan tim untuk segera menetralisir wilayah sekitar,” kata dia kepada Radar Lamsel.
Dikatakannya, penyemprotan kandang ini dilakukan guna mencegah terjadinya hal serupa. Pasalnya sudah sepekan ini puluhan unggas milik warga dilaporkan mati. “Melihat ciri-ciri kematian unggas yang dilaporkan warga, ini bukanlah flu burung,” beber dia.
Jika flu burung, lanjut Mardiansyah, ciri-ciri kematian pada unggas terjadi secara spontan dalam hitungan detik. Namun, hasil investigasi dimasyarakat, unggas yang mati memiliki tanda seperti gejala kedinginan, kotoran seperti kapur, serta sempoyongan sebelum mati.
“Tanda-tanda seperti itu, bukanlah flu burung melainkan faktor pergantian cuaca. Dari musim hujan berganti musim kemarau mengakibatkan kondisi fisik hewan melemah dan mati,” papar dia.
Mardiasyah menghimbau kepada masyarakat sekitar untuk segera melaporkan jika ada unggas yang mati. Dikatakannya, jika ada unggas yang mati bangkainya jangan langsung dibuang. “Bangkainya jangan langsung dibuang, nanti akan kami cek di laboratorium untuk mengidentifikasi virus tersebut,” terangnya.
Hal senada juga dikatakan petugas Kesehatan Hewan Kecamatan Sidomulyo, Edi Yanto. Ia mengatakan penyemprotan ini dilakukan untuk memutus mata rantai penyebaran virus tersebut.
“Tahap awal adalah memutus mata rantai penyebaran virus tersebut. Berdasarkan laporan warga hanya di Dusun Krajan yang mengalami kejadian ini,” ungkapnya.
Lebih lanjut Edi menjelaskan, flu burung bisa menghabiskan ratusan unggas dalam sehari. Namun di dusun tersebut hanya beberapa saja yang mati karena faktor cuaca,” imbuhnya.
Camat Sidomulyo Syamsul Juhari yang ikut memantau penyemprotan tersebut mengharapkan tindakan cepat yang dilakukan oleh UPT terkait. Pasalnya hal ini sudah meresahkan warga Desa Sidomulyo.
“Jika sudah diberi vaksin mudah-mudahan tidak ada lagi kejadian serupa. Masyarakat juga jangan panik, jika ada unggas yang mati mendadak segera lapor,” tandasnya. (ver)

BACA :  Nanang Resmikan Mushala Baru di GWH
BAGIKAN