Kapolres Kampanyekan Pemilu Damai

241
Kemas Yogi - Kapolres Lamsel AKBP M. Syarhan, S.IK saat mengkampanyekan pemilu damai di Aula Kantor Camat Natar, Sabtu (9/2).

NATAR – Dua bulan jelang Pemilihan Umum (Pemilu) serentak 17 April 2019, Kapolres Lampung Selatan AKBP M Syarhan, S.IK mengkampanyekan persatuan dan kesatuan keseluruh Calon Legislatif (Caleg) dan masyarakat di Kecamatan Natar. 

Kapolres mengingatkan agar semua Caleg di Daerah Pemilihan (Dapil) Natar bisa menjadi panutan kepada masyarakat agar tercipta kondusifitas saat Pemilu mendatang. “Jangan malah Calegnya nanti yang mengajarkan masyarakat untuk berselisih. Kita jadikan Pemilu 2019 ini menggembirakan,” katanya saat memberi arahan di Aula Kantor Camat Natar, Sabtu (9/2).

Syarhan menyampaikan, ada lebih dari 3.000 Tempat Pemungutan Suara (TPS) se Kabupaten Lamsel, sementara jumlah personel kepolisian yang disiagakan hanya 498 personel sehingga secara jumlah akan sangat sulit untuk mengamankan semuanya.

BACA :  SMAN 1 Natar Ajak Lima SMA Penuhi Standar Nasional

“Kami sangat berharap masyarakat bisa membantu kepolisian dalam mengamankan jalannya pemilu 2019 ini, kami mungkin hanya bisa menjangkau beberapa TPS tetapi tetap ada titik-titik yang menjadi perhatian khusus,” ucap dia.

Untuk meminimalkan konflik, Syarhan berharap para Caleg menghindari pertemuan massa ataupun jadwal kampanye. “Artinya taatilah prosudur dari KPU tentang zona kampanye, jangan kita langgar supaya tidak terjadi prasangka buruk,” terangnya.

BACA :  2019, Desa Candimas Bangun Sembilan Jalan

Mantan Kapolres Pesawaran ini mengingatkan agar masyarakat Kecamatan Natar untuk saling mengingatkan satu sama lain tentang pentingnya memilih saat Pemilu nanti. “17 April 2019 nanti adalah penentu, pilihlah pemimpin yang menurut bapak-ibu baik. Jangan sampai golput,” tegasnya.

Ia menambahkan, kampanye prmilu damai telah dilakukannya dibeberapa kecamatan. Tujuannya agar masyarakat memahami jika yang terpenting adalah memilih bukan memperjuangkan yang dipilih mati-matian. “Jangan sampai masyarakat pecah hanya karena pemilu, tetangga tidak bertegur sapa lagi gara-gara pilihan, saya harap itu tidak terjadi di natar,” harapnya. (CW1)

BAGIKAN