Kejar Popularitas, Pariwisata Lamsel Jangan Pasif

447

KALIANDA – Tingkat ketenaran pariwisata Lampung Selatan mesti terus dipoles. Itu setelah Anggota Komisi D DPRD Lamsel buka suara perihal absennya Lamsel pada Anugrah Pesona Indonesia (API) 2018.

Alat kelengkapan dewan yang membidangi pariwisata itu menilai dalam konteks tersebut API bukanlah satu-satunya acuan yang menandakan tingkat kepopuleran sebuah destinasi wisata.

Suara itu datang dari Anggota Komisi D DPRD Lamsel Mohamad Akyas, menurutnya kadar ketenaran tidak hanya mengacu pada API. Namun yang jadi pertanyaan kata dia apakah Pariwisata Lamsel sudah cukup dikenal, sehingga mampu mendatangkan ratusan ribu wisatawan lokal ataupun wisatawan mancanegara?

“ Sebetulnya tak masalah mau masuk nominasi atau tidak. Yang jadi masalah ketika tidak masuk nominasi disisi lain tingkat popularitasnya juga masih rendah. Otomatis akan berdampak pada kunjungan wisatawan,” kata dia kepada Radar Lamsel, Senin (4/5) kemarin.

Politisi dari Fraksi PKS ini menilai, kesuksesan pariwisata bisa dilihat dari kesanggupan menopang pendidikan atau menopang kesehatan disuatu daerah. Akyas mencontohkan Kabupaten Sabang, Nangroe Aceh Darussalam (NAD) jadi salah satu contoh yang bagus.

BACA :  Satu Dewan Millenial, 10 Persen Dominasi Kaum Hawa

“ Belajar dari Sabang saja, disana ratusan ribu wisatawan lokal dan 50 ribu wisatawan asing datang setiap tahunnya. Kuncinya adalah Dinas Pariwisata harus proaktif jangan pasif,” ucap Akyas yang juga Ketua MPC Pemuda Pancasila Lamsel.

Hal senada disampaikan Anggota Komisi D DPRD Lamsel Akbar Gemilang. Politisi muda Golkar itu mengatakan SKPD yang membidangi pariwisata jangan sampai miskin ide.

“ Dinas Pariwisata jangan sampai kehabisan akal, kalau anggaran minim cari solusi lain bagaimana agar Pariwisata Lamsel ini benar-benar bangkit,” ujar Akbar.

Masih kata Akbar, ada beberapa opsi yang bisa dipandang sebagai ide yang bagus. Diantaranya, prospek keberadaan JTTS, pemanfaatan momentum perhelatan Asian Games 2018 yang bakal diselenggarakan di Palembang.

“ Manfaatkan prospek JTTS, minta space untuk memajang besar-besar gambaran pariwisata Lamsel agar yang melintas di JTTS tertarik untuk singgah. Belum lagi perhelatan Asian Games yang akan digelar di Palembang tentu banyak yang melirik keistimewaan Lamsel,” urainya.

BACA :  Urban Ethnic di Akhir Pekan

Lebih jauh Akbar menjelaskan, selain dua hal diatas Dinas Pariwisata juga harus gencar mengadakan kerjasama dengan hotel yang ada di provinsi Lampung. Tujuannya, agar setiap hotel bisa menawarkan varian wisata termasuk destinasi yang ada di Lamsel.

“ Kalau seandainya kerjasama semacam itu sudah berjalan maka pastilah ada dampak dan manfaatnya. Sangat disayangkan apabila destinasi wisata alam Lamsel sekelas nominasi API saja belum masuk,” terangnya.

Diketahui 7 kabupaten di Provinsi Lampung yang masuk dalam nominasi API 2018 yakni Kabupaten Pesawaran melalui kategori Cendera mata Terpopuler, Kabupaten Lampung Barat melalui kategori Atraksi Budaya Terpopuler, Kabupaten Way Kanan melalui kategori  Kampung Adat Terpopuler.

Selanjutnya, Kabupaten Lampung Timur melalui kategori Situs Sejarah Terpopuler dan kategori Festival Pariwisata Terpopuler, Kabupaten Pringsewu melalui kategori Wisata Kreatif Terpopuler, dan Kabupaten Tangamus melalui kategori Surga Tersembunyi Terpopuler. (ver)

BAGIKAN