Kekeringan di Lampung Berstatus Waspada

165
Ilustrasi Kekeringan

KALIANDA – Pantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), sejumlah wilayah di Indonesia mengalami kekeringan.

Hasil monitoring Hari Tanpa Hujan (HTH) hingga tanggal 30 Juni 2019 lalu, dan dari hasil analisis BMKG, teridentifikasi adanya potensi kekeringan meteorologis yang tersebar di sejumlah wilayah, termasuk Lampung.

Kepala BMKG Maritim Lampung, Sugiyono, S.T.,M.Kom mengatakan bahwa wilayah Lampung masuk dalam kategori waspada karena telah mengalami HTH selama 21 hari lebih. Selain itu, prakiraan curah hujan di Lampung juga cenderung rendah. Kurang dari 20 mm dalam 10 hari dengan peluang lebih dari 70 persen.

BACA :  Mesin Parkir RSUD Bob Bazar Normal Lagi

“Lampung masuk status waspada. Di luar provinsi ini statusnya awas dan siaga,” katanya saat dihubungi Radar Lamsel, Selasa (16/7) kemarin.

Sugiyono melanjutkan, selain beberapa hal tersebut, monitoring terhadap perkembangan musim kemarau menunjukkan atas dasar luasan wilayah. Sugiyono melanjutkan, sebesar 37 persen wilayah Indonesia telah memasuki musim kemarau, dan 63 persen wilayah masih mengalami musim hujan.

“Meski waspada, Lampung juga masuk wilayah yang telah memasuki musim kemarau,” katanya.

BACA :  “Investor itu Tamu, Jangan Asal Terima Tamu”

Melihat kondisi tersebut, BMKG mengimbau masyarakat agar waspada dan berhati-hati terhadap kekeringan yang bisa berdampak pada sektor pertanian dengan sistem tadah hujan. Masyarakat pun diminta membuat skema untuk mengantisipasi dampak dari bhaya kekeringan yang bisa saja mengancam sektor-sektor tersebut.

“Harus lebih hati-hati karena rentan. Ada 3 hal yang kami ingatkan, pertama kekeringan, pengurangan ketersediaan air tanah atau kelangkaan air bersih. Dan terakhir peningkatan potensi kemudahan terjadinya kebakaran,” katanya. (rnd)

BAGIKAN