Kementerian ESDM : Usulan Bantuan Sumur Bor Harus Murni Dari Masyarakat

237
Foto Idrus - Tenaga Ahli Kementerian ESDM RI Bidang IACM, Kasminto didampingi Bupati Pesawaran, Dendi Ramadhona saat mengecek bantuan Sumur Bor Dalam di Desa Purworejo.

NEGERIKATON – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia berharap bantuan program Sumur Bor Dalam yang akan digelontorkan pada tahun 2019 ini agar berdasarkan usulan murni dari masyarakat bawah yang wilayahnya mengalami kesulitan air bersih.

“Kalau yang mengajukan (bantuan sumur bor dalam) langsung itu masyarakat dan direkomendasikan oleh pemerintah setempat mulai dari desa, kecamatan, bupati dan provinsi tentu akan lebih baik dan lebih mengakar,” ujar Tenaga Ahli Kementerian ESDM RI Bidang IACM, Kasminto saat menghadiri peresmian sumur bor di Desa Purworejo belum lama ini.

Sebab menurut Kasminto, pada 2019 ini Kementerian ESDM akan kembali menyerahkan bantuan sebanyak 750 titik Sumur Bor Dalam yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Dimana dalam setiap unitnya, bantuan tersebut memiliki spesifkasi teknis kedalaman 125 m dan mampu menghasilkan debit antara antara 1,5 hingga 2,5 Liter/detik, dengan konstruksi pipa besi galvanis diamater 6 inchi. 

Sementara untuk pasokan listrik yang digunakan yakni dari genset dengan kapasitas 10 kVA=8 kWatt dan menggunakan pompa selam (submersible) 3 PK, serta dilengkapi juga dengan rumah genset, rumah pompa, dan bak penampungan air berkapasitas 5000 liter.

 

 “Dengan debit air rata rata 1,7 liter/detik, setiap sumur bor mampu melayani kebutuhan air bersih sampai dengan 2400 jiwa,” jelasnya.

Diketahui, pada tahun 2018, Kementerian ESDM berhasil membangun sumur bor sebanyak 2.290 unit, tersebar di seluruh wilayah Indonesia, dengan kapasitas debit air bersih mencapai sekitar 144,4 juta m3/tahun, yang dapat melayani sebanyak kurang Iebih 6,6 juta jiwa. Sumur bor tersebut tersebar di 33 provinsi dan 312 kabupaten.

“Jumlah daerah sulit air bersih di Indonesia, baik karena langkanya sumber air bersih atau karena kualitasnya yang kurang baik, masih cukup banyak, yang ditandai dengan masih banyaknya permintaan bantuan sumur bor air tanah dalam dari berbagai wilayah di Indonesia. Dan program ini pro terhadap kesejahteraan masyarakat, yaitu pengentasan daerah sulit air bersih melalui pengeboran air tanah dalam,” tandasnya. (Rus)

BAGIKAN