Kepala DPKH : Jangan Terapkan Managemen Tukang Sate

671
Iwan J Sastra - Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Lampung Selatan Drh. Arsyad Husein saat menyampaikan arahanya pada acara pertemuan kepala UPT DPKH Se- Lamsel, di Aula Kantor DPKH setempat, Rabu (5/4), kemarin.

KALIANDA – Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Lampung Selatan Drh. Arsyad Husein meminta kepada seluruh kepala unit pelaksana teknis (KUPT) DPKH di masing-masing wilayah kecamatan untuk memberdayakan semua potensi sumber daya manusia (SDM) yang ada disatuan kerja.

Dia berharap managemen ‘tukang sate’ yang belakangan bisa menimbulkan konflik internal tidak diterapkan dalam menjalankan program kerja DPKH di kecamatan.

Permintaan itu disampaikan oleh Arsyad Husein dihadapan para kepala UPT DPKH Se-Lampung Selatan saat menggelar pertemuan dalam rangka memperkuat program kerja khususnya dibidang pelayanan peternakan dan kesehatan hewan kepada masyarakat di kabupaten Lampung Selatan.

“Di masing-masing UPT kan memiliki pegawai dan staf. Jadi saya minta kepala UPT harus bisa memberdayakan para pegawai dan staf yang bekerja di kantor UPT dalam setiap melaksanakan program kegiatan. Jangan kegiatan yang ada malah dikerjakan sendiri, itu sama saja seperti pimpinan tusuk sate,” ujar Arsyad saat memberikan arahan dalam acara pertemuan di Aula Kantor DPKH Lamsel, Rabu (5/4), kemarin.

BACA :  Tiga Poin AKD Disusun Pimpinan Sementara

Selain itu, Arsyad pun meminta kepada masing-masing UPT DPKH agar bisa memberikan pelayanan peternakan kepada masyarakat secara maksimal. Menurutnya, dengan memberikan pelayanan secara maksimal diharapkan mampu mendorong peningkatan populasi hewan ternak di Lampung Selatan.

“Kita (DPKH Lamsel, red) harus mampu mencapi target dalam meningkatkan populasi hewan ternak, khususnya ternak sapi. Untuk itu ayo sama-sama kita mengubah pola dan sistem kerja dengan menyatukan persepsi untuk kemajuan dunia peternakan di kabupaten ini,” pinta Arsyad kepada seluruh KUPT DPKH yang hadir dalam acara pertemuan tersebut.

BACA :  Seorang Peserta Pawai Obor Terbakar

Diungkapnya, untuk menjalin rasa persatuan dan kesatuan dalam membangun dunia peternakan diwilayah Lampung Selatan, pihaknya akan menjadwalkan jam ngantor ke tiap-tiap UPT Puskeswan secara bergantian satu kali dalam seminggu.

“Ini sebagai upaya menjalin rasa kesatuan antar sesama pegawai dinas peternakan Lamsel. Karena saya selaku kepala dinas tidak menginginkan adanya perbedaan diantara sesama pegawai dinas peternakan baik yang bertugas di kecamatan mapun yang bertugas di kabupaten. Semua pegawai dilingkup dinas peternakan dan kesehatan hewan ini harus memiliki misi yang sama yakni membangun dunia peternakan di kabupaten Lampung Selatan menjadi lebih baik,” pungkasnya. (iwn)

BAGIKAN