Kepemimpinan Syarif Hidayat Mengubah Desa Hargopancoran Menjadi Lebih Maju

239
Kepala Desa Hargopancoran Sarif

RAJABASA – Pemerintah Desa Hargopancoran, Kecamatan Rajabasa memiliki visi misi jangka panjang dari periode 2015 – 2021 mendatang. Dalam kurun waktu tiga tahun, Desa Hargopancoran telah banyak melakukan pembenahan wilayah desa melalui pembangunan yang baik, bersih, makmur, dan sejahtera.

Banyaknya pembenahan dan program pembangunan yang dilakukan Pemerintah Desa Hargopancoran terbukti membuat desa yang berbatasan dengan Totoharjo, Kecamatan Bakauheni ini berubah drastis. Hal ini juga mengubah image Desa Hargopancoran sebagai desa dengan kategori miskin.

Perubahan status desa miskin menjadi desa yang mandiri tentunya tak terlepas dari peran Kepala Desa Hargopancoran, Syarif Hidayat. Sejak menjabat sebagai orang nomor satu desa itu pada 2015 lalu, visi misi yang diusung oleh Syarif dan dibantu sokongan dana desa (DD) terbukti banyak membawa perubahan.

Setelah sukses dengan pembangunan infrastruktur jalan, tahun ini Pemerintah Desa Hargopancoran masih memfokuskan untuk membenahi sektor infrastruktur seperti drainase, MCK (mandi, cuci, kakus), sarana dan prasarana PHBS (perilaku hidup bersih dan sehat), serta pembuatan saluran irigasi pipa.

“Kami membangun Drainase di dusun 1 sepanjang 386 meter, kemudian di dusun 2 sepanjang 250 meter,” kata Syarif kepada Radar Lamsel, Senin (17/12).

BACA :  Pilkades PAW Sebesi Tunggu SK

Syarif melanjutkan, pembangunan tempat MCK yang dibangun seluas 3×6 meter persegi itu dilakukan di dusun 1. Syarif mengatakan, pihaknya memang sengaja membuat tempat MCK di dusun itu karena sangat dibutuhkan oleh masyarakat lingkungan setempat. “Tempat MCK dibangun dengan 3 unit. Kami juga menyertakan pembangunan irigasi pipa sepanjang 500 meter dusun 2,” katanya.

Selain pembangunan fisik, Pemerintah Desa Hargopancoran juga menyertakan pembangunan sumber daya manusia (SDM) melalui pelatihan dan pemberdayaan. Pelatihan yang dilaksanakan pada tahun ini adalah pelatihan pengembangan lebah madu, pelatihan PLKB (Penyuluh Lapangan Keluarga Berencana), pelatihan  aparat desa, dan pelatihan kader kesehatan.

Untuk Pemberdayaan, Desa Hargopancoran juga menyertakan pengembangan buku perpustakaan, pengadaan sarana olahraga. Dua pemberdayaan tersebut merupakan bentuk kepedulian pemerintah desa terhadap dunia pendidikan dan olahraga Desa Hargopancoran.

 

Targetkan Status ODF Desa Hargopancoran

 

Pemerintah Desa Hargopancoran sedang melakukan pembenahan di segala bidang. Termasuk perubahan status menjadi desa yang ODF (Open Defecation Free). Saat ini, pemerintah desa setempat tengah membuat program Perilaku Hidup Bersih dan Sehat atau PHBS.

BACA :  Nanang Ermanto Lantik 4 Kepala Desa di Rajabasa

Program tersebut bertujuan untuk mengedukasi masyarakat desa setempat tentang pentingnya memiliki perilaku hidup sehat. Langkah ini sebagai bentuk penegasan Pemerintah Desa Hargopancoran yang menginginkan kehidupan warganya menjadi lebih baik.

Kepala Desa Hargopancoran, Syarif Hidayat, mengatakan bahwa tahun ini pihaknya telah menganggarkan dana untuk program PHBS tersebut. Program itu akan membuat 192 guci tempat cuci tangan yang akan diletakkan di halaman rumah warga.

“Semuanya ada 192 unit, nantinya guci itu akan diletakkan di halaman rumah warga. Program ini menyentuh warga diseluruh dusun,” katanya.

Syarif mengatakan, pihaknya optimis jika Desa Hargopancoran mampu mencapai status sebagai desa ODF. Keyakinan Syarif ini bukan tanpa alasan, sebab, pihaknya telah melakukan berbagai upaya serta sarana dan prasarana untuk membuat desa yang terletak diujung Kecamatan Rajabasa ini menjadi desa yang lebih baik dari sebelumnya.

“Saat ini kami sedang melakukan pembenahan, Insha Allah awal 2019 Desa Hargopancoran sudah berstatus ODF,” katanya. (rnd)

BAGIKAN