Kerajinan Peci Belah Ketupat Rambah Jakarta

109
Foto Idrus- Kerajinan peci dan tapis karya warga Desa Tanjungrejo, Kecamatan Negeri Katon saat dipamerkan pada beberapa even baik ditingkat lokal maupun nasional.
GEDONGTATAAN – Industri kecil kerajinan peci belah ketupat yang berada di Dusun Simbaretno, Desa Tanjungrejo Kecamatan Negeri Katon, milik Irsyad kini mulai dikenalkan hingga Ibukota Jakarta bahkan Manca Negara melalui Dekranasda Kabupaten Pesawaran.

Menurut Wahyu Triningsih Irsyad yang merupakan pemilik LKP. Mutiara, usaha ini sudah Dirintis sejak tahun 2010 lalu hingga sekarang. 

 
“Saya awalnya bekerja sebagai pelayan disebuah toko yang menjual berbagai tapis, lama kelamaan saya mempelajari lalu saya memberanikan usaha sendiri,” ujarnya, Senin (14/5).

Berkat keuletan usaha yang dijalankan, lanjut Tri, akhirnya ia mendapat perhatian dari pihak koperindag Pemkab Pesawaran.

BACA :  Ketua Kwarcab : Gerakan Pramuka Bagian Sistem Pendidikan Nasional
 
“Alhamdulillah pada tahun 2016 kami mendapat bantuan berupa mesin sebanyak 6 unit yang hingga kini masih digunakan,” imbuhnya.

Disamping itu, ia berharap agar daerahnya dapat menjadi salah satu tujuan untuk mendapatkan berbagai macam peci Pesawaran maupun tapis jenis lainnya. ”Kami berharap Pemerintah bisa menambah mesin komputer kepada kami, sehingga dapat memberdayakan masyarakat sekitar agar tidak lagi harus kerja ka sawah dan bisa menambah perekonomian masyarakat setempat,” tandasnya.

Hal senada ditambahkan Irsad, bahwa dalam rangka memenuhi kebutuhan konsumen, saat ini pihaknya menyediakan berbagai jenis aksesoris dan pakaian mulai dari sarung, selendang, peci, hiasan dinding, tas, t-shirt dan sovenir lainnya dengan motif tapis seperi gunung betali, berado, sasak dan mata kibau. “Kalau untuk penggunaan motif dan modelnya tergantung bagaimana pesanan dari konsumen,” katanya.

BACA :  Bupati Dendi : Peringatan HUT RI Momentum Ciptakan SDM Unggul

Sedangkan untuk harga, lanjutnya, di bandrol mulai dari ratusan ribu hingga jutaan rupiah sesuai dengan jenis dan tingkat kesulitannya. Sebab diakuinnya pembuatan tapis sendiri memerlukan proses yang cukup lama, seperti halnya pembuatan sarung yang mampu mencapai hampir satu bulan. “Bahkan kalau dia pakai motif mata kibau, bisa sampai tiga bulan. Karena dalam motif ini semua dasar di isi semua dengan benang tapis,” pungkasnya. (Rus)

BAGIKAN