Ketua DPRD : Dewan Pesawaran Siap Dites Urine

512
ILUSTRASI

GEDONGTATAAN – DPRD Pesawaran prihatin atas kasus penyalahgunaan narkoba yang membelit dua anggotanya Ramadiansyah dan Yudianto.

Lembaga legislatif di bumi Andan Jejama ini pun tak mampu membendung stigma negatif atas perbuatan dua rekannya tersebut. Untuk menjaga marwah lembaga, DPRD Pesawaran menyatakan kesiapannya untuk dites urin oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) kapan saja.

Hal ini diungkapkan Ketua DPRD Pesawaran M. Nasir, S.I.Kom, M.M usai menggelar rapat pimpinan di gedung DPRD, Jum’at (6/1) pekan lalu.

“Secara pribadi saya siap diperiksa kapan saja. Tadi juga ketua fraksi, komisi, dan badan sudah sepakat untuk memberi tahu anggotanya agar tidak melakukan perbuatan negatif, terlebih narkoba. Dan mayoritas anggota sepakat bila BNN mau melakukan tes urine kapan saja,” ungkap M. Nasir kepada Radar Lamsel.

Ketua KONI Pesawaran ini juga mengatakan, pihaknya merasa prihatin dengan kondisi lembaganya saat ini. Kesediaan seluruh jajaran dewan baik pimpinan fraksi serta alat kelengkapan dewan (AKD) untuk siap dites urine merupakan sebuah komitmen lembaga untuk mengembalikan marwah DPRD Pesawaran.

“Bisa saja, jika BNN masih mencurigai ada anggota kita yang menyalahgunakan narkoba, maka kami akan terbuka agar BNN menjalankan tugasnya kapan saja. Nanti akan kita undang,” ujarnya.

Disinggung soal pergantian posisi anggota dewan yang terjerat masalah hukum tersebut, Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Pesawaran ini, menyatakan hal tersebut merupakan wewenang partai. Namun, jika pergantian alat kelengkapan dewan (AKD), akan segera dilaksanakan.

“Sebenarnya, kejadian ini malah sedikit menunda pergantian AKD yang rencananya kita gelar minggu ini, namun kita tetap segera melaksanakan rolling AKD itu,” tegasnya. (nzr)

BAGIKAN