KKN UIN Tingkatkan Kualitas Keagamaan Warga

451
Randi Pratama – Camat Penengahan Drs. Koharuddin bersama staf dan kepala desa se-Kecamatan Penengahan berfoto bersama ratusan mahasiswa UIN Raden Intan Lampung, kemarin.

PENENGAHAN – Pemerintah Kecamatan Penengahan berharap mahasiswa UIN dapat membantu penginkatan kualitas keagamaan mastyarakat melalui KKN. Ii disampaikan saat menerima kedatangan ratusan mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung, Rabu (26/7) kemarin.

Sedikitnya, ada 420 mahasiswa yang disebar di Kecamatan Penengahan. Mereka akan memiliki tugas untuk membantu pembangunan yang dilaksanakan didesa-desa diwilayah itu selama 40 hari.

Camat Penengahan Drs. Koharuddin mengatakan, dengan diterjunkannya ratusan mahasiswa dan mahasiswi UIN Raden Intan Lampung itu diharapkan dapat mendongkrak semangat masyarakat dalam bidang keagamaan.

BACA :  140 Pejabat Peserta Lomba Didominasi Eselon III dan IV

“UIN adalah universitas yang sangat kental dengan Islam, dengan fakta itu, kami berharap mahasiswa yang melakukan tugasnya disini dapat memberikan bimbingan tentang Islam secara lebih mendalam, sehingga fondasi keagamaan yang dimiliki warga desa menjadi semakin kokoh,” harapnya.

selain membantu pembangunan diharapkan kedatangan ratusan mahasiswa UIN Raden Intan Lampung itu juga dapat membantu aparat desa dalam melakukan pelaksanaan pembinaan terhadap masyarakat.

“Tujuan KKN ini merupakan salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat sebagai wujud dari tri dharma perguruan tinggi. Yang kami harapkan mahasiswa ini nantinya dapat memberikan bimbingan dan pengaruh besar di desa,” kata Koharuddin kepada Radar Lamsel, kemarin.

BACA :  SK Dewan Terpilih Selesai, Pelantikan Siap Digelar

Koordinator desa KKN Raden Intan Lampung Robert Nando mengatakan, mahasiswa yang disebar di Kecamatan Penengahan itu akan menyasar kegiatan yang dilangsungkan di desa. Sehingga kedepannya, akan memberikan pengaruh bagi desa-desa diwilayah Penengahan dari segi pembangunan, khususnya dalam bidang keagamaan. “Benar, karena mahasiswa yang bertugas disini akan menerapkan pemberdayaan masyarakat dalam bidang keagamaan dengan persentase sebesar 70 persen dan persentasi dibidang lainnya sebesar 30 persen,” jelasnya. (rnd)

BAGIKAN