Klien Pasca Rehabilitasi BNN Diberi Pelatihan Pembuatan Tukkus

456

KALIANDA – Rumah Damping BNN Kalianda menggandeng Rumah Akar Raja Baca Desa Kuripan dalam menjalin kerjasama mengadakan pelatihan membuat penutup kepala khas Lampung atau Tukkus.

Jalinan kerjasama antar keduanya bisa menjadi prospek yang bagus, karena peserta pelatihan adalah klien pasca rehabilitasi yang sedang dalam proses masa penyembuhan dari ketergantungan narkoba.

Khaja Muda, selaku pembuat tukkus mengaku senang dan bangga karena bisa memberikan pelatihan kepada peserta yang dalam tahap pemulihan dari ketergantungan narkoba. Menurut Khaja Muda, para klien pasca rehabilitasi itu berhak mendapatkan hak agar bisa kembali pulih dan mendapatkan kehidupan normal seperti sebelumnya.

“Menurut saya, mereka punya hak untuk kembali pulih demi masa depan yang lebih baik lagi. Inilah alasan saya menerima tawaran dari BNN yang mengajak pembuatan tukkus,” kata Khaja kepada Radar Lamsel, Rabu (3/10/2018).

Menurut Khaja Muda, untuk memberantas jumlah pemakai dan peredaran yang kian meningkat, semua pihak harus ikut terlibat. Karena, kata dia, narkoba merupakan sebuah ancaman serius yang bisa memberikan dampak buruk bagi pemakainya.

BACA :  SK Dewan Terpilih Selesai, Pelantikan Siap Digelar

“Ini yang harus kita tanggulangi bersama-sama. Kita juga harus memberikan dukungan, salah satunya dengan cara memberikan pelatihan atau keahlian pada mereka yang sedang proses penyembuhan ini,” ucapnya.

Pelatihan pembuatan tukkus baru memasuki tahap awal, agar bisa menjadi pembuat tukkus yang lihai diperlukan waktu dan masa pelatihan yang cukup banyak. Khaja Muda mengatakan bahwa dirinya berencana memberikan pelatihan secara rutin kepada klien pasca rehabilitasi supaya cepat menguasai cara pembuatannya.

“Kami akan adakan rutin, kalau bisa 2 kali pertemuan setiap pekan. Dan pelatihan ini akan terus berlanjut sampai klien benar-benar menguasainya,” katanya.

Konselor pendamping dan penanggungjawab kegiatan Aank Wijaya mengatakan, pihaknya akan berupaya menuntaskan proses penyembuhan bagi klien yang saat ini masih menjalani tahap pemulihan.

“Kami berharap kegiatan ini bisa menambah wawasan keterampilan mereka (klien) yang dalam masa pemulihan dari ketergantungan zat dari narkoba,” katanya.

Soal pemilihan tukkus, Aank menganggap hal itu sebuah proses pembekalan agar keterampilan para klien bisa terasah. Selain itu, klien juga bisa memanfaatkan waktu yang diisi dengan kegiatan positif melalui pembuatan tukkus. “Kami harap pelatihan ini bisa mempercepat proses pemulihan bagi para klien,” ucapnya.

BACA :  Satu Dewan Millenial, 10 Persen Dominasi Kaum Hawa

YS (22), salah seorang klien pasca rehabilitasi mengaku senang dengan pelatihan yang telah diberikan. Melalui pelatihan ini, lanjut YS, ia berharap bisa mengembangkan keterampilan masing-masing klien yang selama ini terpendam karena terpengaruh narkoba.

“Ketika saya sudah selesai menjalani pemulihan di rumah damping, saya akan terus belajar mengasah keterampilan saya. Mungkin kalau sudah mahir, saya akan berusaha menjadi pengrajin tukkus. Menurut saya ini bisa menjadi peluang bisnis, di sisi lain saya mempunyai kesibukan yang positif yang bisa menghindarkan saya dari narkoba,” katanya.

Sementara ini, klien pasca rehabilitasi yang mengikuti pelatihan pembuatan tukkus berjumlah 6 orang. Mereka yang mengikuti pelatihan ini adalah mantan residen di Loka Rehabilitasi BNN Kalianda yang dipindahkan ke Rumah Damping Pasca Rehabilitasi BNN karena sudah memasuki masa pemulihan. (rnd)

BAGIKAN