Komisi D Nilai Dispar Minim Koordinasi

172

Soal Water Front City

KALIANDA – Anggota Komisi D DPRD Lampung Selatan akhirnya buka suara perihal rencana pengembangan water front city yang dinilai belum maksimal.

Alat kelengkapan dewan yang membidangi pariwisata ini menilai upaya Dinas Pariwisata Lamsel secara marathon soal pemahaman water front dan keunggulannya akan sulit direalisasikan tanpa konsep yang benar-benar matang.

“ Water front ini sudah sejak lama direncanakan tetapi memang butuh konsep yang matang. Agar tidak menjadi wacana semata, melihat dari perjuangannya sejak tiga tahun lalu konsep ini digagas,” kata Anggota Komisi D Akbar Gemilang, Selasa (10/7) kemarin.

Politisi dari Fraksi Golkar ini melanjutkan, hingga kini kata dia Dispar belum ada koordinasi dengan Komisi D soal pengembangan water front city tersebut.

“ Pada prinsipnya kami mendukung upaya apapun demi kemajuan pariwisata Lamsel. Tetapi Satker yang membidangi urusan ini belum ada komunikasi hingga saat ini,” kata Akbar.

Akbar melanjutkan, Dispar mesti aktif menggandeng semua pihak terlepas dari apapun program yang direncanakan untuk menambah popularitas wisata di Lamsel.

Senada dengan Akbar, Mohamad Akyas turut mengamini minimnya koordinasi Dispar termasuk pelibatan Komisi D pada rencana water front city tersebut.

“ Belum ada komunikasi apapun soal pariwisata di Lamsel, padahal kalau digali dan dikelola dengan apik bukan hanya water front saja yang bisa dikembangkan dimasa depan, tetapi kita juga bisa mewacanakan seaplant dimasa mendatang,” sebut dia.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan  (Disparbud) Lamsel Yuda Sukmarina mengatakan, untuk mewujudkan program water front city tersebut tentunya membutuhkan kerjasama dan peran serta semua pihak, khususnya masyarakat yang tinggal di kawasan pesisir yang memang bersentuhan langsung dengan objek wisata pantai.

“Program water front city tersebut bukan jalan ditempat, tapi masih dalam proses, seperti upaya-upaya pendekatan dengan masyarakat untuk memberikan masukan serta dampak-dampak postif yang akan dihasilkan kedepannya jika program water front city tersebut terwujud,” ujar Yuda Sukmarina. (ver)

 

BAGIKAN