Komitmen Majukan Peternakan Lamsel

722
Ist for Radar Lamsel - Kepala DPKH Lamsel Drh. Arsyad Husein saat berdialog dengan para pengusaha ternak Ayam Ras dalam acara pertemuan yang digelar di Aula Kantor DPKH setempat, Jumat (12/5).

KALIANDA – Empat perusahaan yang bergerak dibidang peternakan Ayam Ras diwilayah kabupaten Lampung Selatan berkomitmen memajukan dunia peternakan di Lamsel.

Empat perusahaan tersebut adalah perusahaan pakan ternak meliputi Japfa, New Hope dan Chield Jeddang, lalu perusahaan Inti meliputi STS, Ciomas, dan Ramajaya, kemudian perusahaan peternak plasma, dan Breeding Farm yang meliputi CAP, SUJA, dan MALINDO.

Selain komitmen untuk memajukan peternakan, mereka juga berkomitmen untuk tetap menjalankan usaha melalui pola kemitraan inti dan plasma, pengawasan peredaran bibit day old chiken (DOC), pengawasan peredaran pakan ternak, serta tentang penataan kompartemen terkait dengan pengendalian penyakit unggas.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Lamsel Drh. Arsyad Husein kepada Radar Lamsel melalui sambungan telepon, Minggu (14/5), kemarin.

Menurut Arsyad, untuk mengoptimalkan berjalannya komitmen kerja sama inti dan kemitraan plasma, tentunya membutuhkan adannya keterlibatan pemerintah daerah yang tujuannya agar segala bentuk kontrak kerjasama antar perusahaan peternak dapat diketahui secara langsung.

BACA :  140 Pejabat Peserta Lomba Didominasi Eselon III dan IV

“Komitmen kerjasama inti dan plasma ini diharapkan bisa menguntungkan kedua belah pihak. Namun yang terpenting adanya

dukungan dari pemerintah daerah yang dituangkan kedalam regulasi peraturan bupati, yang fungsinya untuk turut serta mengatur serta mengawasi jalannya kemitraan tersebut,” ujarnya.

Lebih jauh Arsyad menjelaskan, terkait komitmen pengawasan peredaran bibit DOC, pihak kementerian pertanian itu akan mewajibkan para pengusaha pembibitan dalam memproduksi DOC agar menerapkan Standard Nasional Indonesia (SNI), sesuai dengan Permentan No. 42 tahun 2014 tentang pengawasan produksi dan peredaran benih dan bibit ternak.

“Selain berkomitmen akan membangun pengawasan perderan bibit DOC, para pengusaha ternak Ayam Ras juga akan menerapkan kerjasama yang berkaitan dengan pengawasan perderan pakan ternak yang diseuaikan dengan dasar hukum Permentan No. 19 tahun 2009 tentang syarat dan tata cara pendaftaran pakan,” jelasnya.

BACA :  Penjaringan Anggota KPU Lamsel Dimulai 22 Agustus

Kemudian, lanjut Arsyad, untuk komitmen yang ke-empat yang menyangkut soal penataan kompartemen, itu akan dilakukan melalui dasar hukum permentan No.28 tahun 2008 yakni tentang pedoman penataan kompartemen dan penataan zona usaha perunggasan.

“Dibangunnya komitemen kompartemen ini, merupakan solusi untuk mengendalikan serta membebaskan suatu kawasan dari pnyakit unggas terutama AI. Selain itu, ada juga komitmen dari seluruh pengusaha ternak untuk turut serta membantu pasar murah yang diadakan oleh pemerintah daerah setiap tahun, khususnya dalam hal penyediaan telur, daging ayam dan sapi,” terangnya.

“Kita berharap, dengan dibangunnya empat komitmen tersebut dunia peternakan di Kabupaten Lamsel akan dapat lebih maju dan berkembang secara luas,” harapnya. (iwn)

BAGIKAN