Konsumen PDAM Ancam Cabut Meteran

190
ILUSTRASI

KALIANDA – Konsumen Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) mengancam akan mencabut meteran air. Ini dilakukan setelah perusahaan milik Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan itu tak kunjung merealisasikan perbaikan saluran air yang selama ini menjadi keluhan konsumen.

Sejak saluran air mampet beberapa waktu lalu, sampai sekarang PDAM hanya mengecek saja. Belum ada tanda-tanda atau gerakan untuk memperbaiki. Konsumen juga menganggap PDAM hanya membual dan tak konsisten dengan janji perbaikan yang diutarakan saat itu.

“Ya begitulah (belum’red), baru dilihat-lihat saja. Katanya secepatnya mau dibenerin, tapi sampai hari ini enggak ada realisasi. Saya tunggu sampai selesai bulan ini. Kalau enggak ada, paling saya minta cabut aja,” kata Alif, salah satu konsumen PDAM kepada Radar Lamsel, Senin (15/7) kemarin.

          Warga Kelurahan Wayurang, Kecamatan Kalianda ini mengatakan sejauh ini hanya itu hal yang masih menjadi keluhannya. Untuk urusan suplai yang juga dijanjikan oleh pihak PDAM, Alif mengaku belum memintanya karena stok air di rumahnya masih cukup banyak.

BACA :  Sinyal Pelanggaran Berlabel Kebudayaan

“Minggu kemarin sempat naglir kecil seperti biasa. Tapi stok air di rumah sebentar lagi habis. Coba 3 hari lagi saya minta air, soalnya itu stok air tinggal sekali sedot lagi untuk di penampungan,” katanya.

Sebagai konsumen, Alif mengaku aga terus menunggu dan menagih janji perbaikan dari PDAM. Dia menegaskan jika sampai akhir bulan PDAM tak kunjung memperbaiki, maka Ia akan memutus meteran air. Menurutnya, langkah itu merupakan hal yang tepat karena selama ini PDAM terkesan menunda-nunda perbaikan.

Pada pertengahan Juni lalu, PDAM Tirta Jasa berjanji akan menindaklanjuti persoalan aliran air yang menjadi keluhan konsumennya. Bahkan, perusahaan milik Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan ini mengecek lokasi aliran air Kelurahan Wayurang, Kecamatan Kalianda.

BACA :  Duh.. Per Siswa Dipinta Minimal Rp 200 Ribu

          Direktur PDAM Tirta Jasa Taufik menjelaskan, penyebab keluhan konsumen soal air yang mengalir sedikit tersebut. Taufik mengatakan, pihaknya akan mempelajari hambatan suplai air dan tekanan yang menjadi penyebabnya. Pihaknya akan mengirimkan tim teknis untuk menyelesaikan persoalan itu.

Pihaknya juga akan bertanggungjawab atas keluhan konsumen. PDAM, kata Tufik, akan mengirimkan air dari tangki untuk menyuplai air bagi kosumen. Tentunya, suplai air ini akan terus dilakukan sampai masalah aliran air sampai aliran air sesuai dengan harapan konsumen.

Radar Lamsel pun mencoba menghubungi Taufik, untuk menanyakan janji perbaikan yang pernah Ia utarakan. Namun sayang, yang bersangkutan tak membalas pesan singkat yang dikirimkan wartawan koran ini. (rnd)

BAGIKAN