KPM Diminta Jujur Jika Tidak Layak Terima Bantuan

150
Ilustrasi KPM

NATAR – Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) sering kali dinilai tidak tepat sasaran, hal itu kerap didasari oleh ketidakjujuran KPM itu sendiri.

Camat Natar Koharudin mengatakan kalau merasa sudah mampu dan tidak berhak, lalu sadar itulah masyarakat yang baik. “Itu jujur, saya acungkan jempol. Jangan hanya nunggu pendataan ulang baru sadar,” ungkapnya kepada Radar Lamsel, Rabu (19/6).

Menurut dia, KPM pada PKH bisa saja dikeluarkan dari penerima bantuan program. Karena syarat mendapatkan bantuan PKH memiliki ibu hamil/nifas/anak balita, memiliki anak usia lima sampai tujuh tahun yang belum masuk pendidikan dasar (anak pra sekolah), anak usia SD/MI/Paket A/SDLB (usia 7-12 tahun), anak usia SLTP/MTs/Paket B/SMLB (usia 12-15), anak usia 15-18 tahun, yang belum menyelesaikan pendidikan dasar, termasuk anak dengan disabilitas.

BACA :  Berisiko Kejiwaan, Empat Pegawai Diistirahatkan

Dikatakannya, bila KPM tidak lagi memenuhi kriteria sebagai penerima dana PKH, maka ia bisa dicoret atau dikeluarkan (non eligible). “Pendamping akan melaporkan kalau KPM tidak layak lagi menerima bantuan program,” tuturnya.

Menjawab keluhan beberapa warga, bahwa ada keluarga yang tidak layak menerima bantuan PKH, sedangkan yang lebih layak tidak mendapat bantuan program, pihaknya menambahkan, mereka yang tidak layak tersebut bisa diusulkan agar dikeluarkan dari daftar nama penerima bantuan. “Mereka yang layak menerima bantuan juga bisa diusulkan. Mereka diusulkan melalui sistem layanan dan rujukan terpadu (SLRT). “Ada SLRT,” tambahnya.

BACA :  Berisiko Kejiwaan, Empat Pegawai Diistirahatkan

Pendamping PKH Kecamatan Natar Singgih menuturkan, saat ini telah dilakukan upaya inventarisir dan pendataan terhadap para penerima bantuan pemerintah, baik PKH ataupun BPNT oleh pihaknya dengan menggandeng pendamping. “Inventarisasi yang dilakukan tersebut, agar bantuan yang disalurkan oleh pemerintah benar-benar tepat sasaran dan bisa diterima oleh yang berhak. Ada penerima PKH yang tidak mau rumahnya disemprot, karena mungkin malu dan akhirnya memilih mundur dari daftar penerima PKH,” jelasnya. (Kms)

BAGIKAN