KSKP Amankan Satwa Liar Dilindungi

467
Randi Pratama – Kepala KSKP Bakauheni AKP. Enrico D Sidauruk, S.IK didampingi Kanit Reserse KSKP Iptu. Ipran bersama petugas BKP dan BKSDA memperlihatkan hewan dilindungi yang diamankan di Seaport Interdiction (SI) Bakauheni, kemarin.

BAKAUHENI – Jalur penyeberangan Bakauheni-Merak harus dijaga ketat. Pasalnya, meski berulang kali upaya penyelundupan barang terlarang digagalkan, namun para pelaku tidak jera.

Terbaru, Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) Bakauheni berhasil mengamankan 3 ekor macan akar, 1 ekor musang jenis pandan dan 1 ekor anak siamang, sekitar pukul 00.30 WIB, Rabu (4/10) kemarin,

Pengiriman 5 ekor satwa liar tersebut berhasil digagalkan  ketika petugas KSKP Bakauheni melakukan pemeriksaan terhadap kendaraan Mitsubishi Elf nomor polisi BE 2370 YW yang dikemudikan oleh Ipul (39) warga Kelurahan Segalamider, Kecamatan Kemiling, Bandar Lampung.

Dari hasil pemeriksaan, petugas menemukan beberapa jenis hewan dilindungi yang disimpan dalam keranjang. “Masing-masing satwa liar tersebut disimpan dalam keranjang yang berbeda-beda. Petugas menemukan 1 buah keranjang berisi 3 ekor macan akar, 1 buah keranjang berisi 1 ekor musang jenis pandan dan 1 buah keranjang yang berisi 1 ekor anak siamang,” kata Kepala KSKP Bakauheni AKP. Enrico D Sidauruk, S.IK kepada Radar Lamsel, kemarin.

BACA :  Selektif Honor Naik

Setelah menemukan satwa liar itu, petugas melakukan pemeriksaan terhadap kelengkapan izin dan surat. Namun, supir tidak memilik surat keterangan apapun dari BKSDA setempat untuk membawa hewan yang dilindungi itu. “Satwa liar tersebut berasal dari Bandarlampung dengan tujuan pengiriman ke Jakarta. Kami langsung amankan dan akan menyerahkan kasus ini ke instansi terkait,” pungkasnya.

BACA :  Kepercayaan Masyarakat Jadi Modal dr. Sutomo Hendra Nyalon Bupati

Pengawas Lalulintas Tumbuhan dan Satwa Liar BKSDA Suhairul membenarkan jika satwa yang diamankan oleh KSKP Bakauheni itu tidak memiliki surat atau keterangan apapun dari instansi yang menangani hewan dilindungi. “Tidak ada surat dari BKSDA, demikian juga dengan BKP,” katanya.

Hairul menambahkan, pihaknya akan mencari informasi seputar pengiriman satwa liar tersebut. “Kami belum mengetahui secara pasti apakah hewan-hewan tersebut akan pelihara atau akan dijual. Tapi kami sudah mengerahkan intel untuk mencari tahu tentang satwa liar ini,” pungkasnya. (rnd)

BAGIKAN