KSKP dan BKP Bakauheni Amankan Madu Tanpa Dokumen

478
ILUSTRASI

BAKAUHENI – Petugas Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) Bakauheni berhasil mengamankan Madu seberat 225 kilogram, Sabtu (21/1) lalu.

Penangkapan madu itu saat petugas melakukan pemeriksaan terhadap kendaraan Indah Cargo bernomor polisi BM 8471 JU di pos Seaport Interdiction (SI). Saat diperiksa, petugas KSKP menemukan paket yang berisi madu sesuai dengan maniface perjalanan barang tersebut.

Setelah melakukan pengecekan kelengkapan dokumen, madu yang berasal dari Provinsi Jambi itu dibawa oleh Salim (38) dengan tujuan CV. AD Dana di Jawa Timur, Taufan Surabaya dan Abu Pusdya Bandung dengan nomor resi (pengiriman) yang berbeda-beda tujuan. Setelah diperiksa, barang bukti tersebut langsung diserahkan kekantor Balai Karantina Pertanian (BKP) Wilayah Kerja (Wilker) Bakauheni.

BACA :  Selamat Bertugas, Wakil Rakyat Lamsel!

Penyidik BKP Wilker Bakauheni Buyung Hardianto membenarkan penangkapan paket yang berisi madu itu. “Paket itu berisi madu seberat 225 kilogram,” ungkap Buyung Hardianto kepada Radar Lamsel, kemarin.

Menurut Buyung, saat mengecek isi dokumen, petugas KSKP menemukan adanya kejanggalan mengenai nomor resi tersebut. Untuk memastikan kebenaran, petugas KSKP menyerahkan paket madu itu kepada petugas Karantina Wilayah Kerja (Wilker) Bakauheni. “Petugas KSKP langsung menyerahkan dokumen madu itu kepada kami untuk diproses lebih lanjut,” katanya.

BACA :  Satu Dewan Millenial, 10 Persen Dominasi Kaum Hawa

Buyung melanjutkan, setelah petugas Karantina melakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap dokumen yang dibawa, ternyata madu tersebut tidak memiliki surat-surat dari pihak karantina.

“Madu itu tidak memiliki dokumen atau surat-surat legal dari pihak karantina. Jadi, sementara ini madu tersebut diamankan di Karantina Wilker Bakauheni,” pungkasnya. (rnd)

BAGIKAN