Lagi, Jambret Beraksi di Kalianda

847
ILUSTRASI

Identitas Pemilik Motor Dikantongi, Pelaku Masih Berkeliaran

KALIANDA –  Tindak kejahatan di wilayah Kota Kalianda kian marak. Buktinya, dalam sepekan telah terjadi dua kasus penjambretan di pusat pemerintahan kabupaten yang berjuluk Khagom Mufakat ini. Terbaru, pelaku penjambretan beraksi di sekitar wilayah kawasan wisata kuliner Dermaga Bom Kalianda. Mirisnya, tindak kriminal ini terjadi di siang bolong pada sekitar pukul 13.15 WIB, Minggu (23/6) kemarin.

          Informasi yang dihimpun Radar Lamsel, dua pelaku masih bocah umur belasan tahun yang bernama DK (12), dan IL (14) ini merampas sebuah telepon genggam milik Akmal (14), warga lingkungan V Kelapa Doyong, Kelurahan Kalianda, Kecamatan Kalianda, yang saat itu sedang berada di pinggir jalan. Ketika tengah asyik bermain, Akmal dikagetkan dengan aksi dua pelaku yang langsung merampasnya telepon genggamnya.

          Melihat aksi dua pelaku yang belum jauh, Akmal langsung berteriak dengan meminta bantuan warga sekitar. Mendengar teriakan tersebut, dua pelaku yang menaiki kendaraan itu pun gugup dan terjatuh. Alhasil, mereka berdua langsung diamankan oleh warga. Tak lama setelah kejadian itu, polisi pun datang dan mengamakan kedua pelaku di Mapolsek Kalianda.

          Dikonfirmasi mengenai penangkapan terhadap dua bocah itu, Kapolsek Kalianda, Iptu. Dedi Suhendi, membenarkan jika pihaknya telah mengamankan dua pelaku jambret di Dermaga Bom Kalianda. Bahkan, Dedi mengatakan bahwa dua pelaku yang tak disebut namanya tersebut masih duduk di bangku sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP).

          “Iya, masih di bawah umur. Satu pelaku kelas 6 SD, satunya kelas 2 SMP,” kata Dedi saat dihubungi Radar Lamsel, kemarin.

          Peristiwa penjambretan di Dermaga Bom Kalianda ini semakin menambah menambah kekhawatiran bagi masyarakat. Pasalnya, pada Rabu (19/6), pekna lalu, tindak kriminal penjambretan juga terjadi di sekitar lapangan Korpri Pemkab Lamsel. Alhasil, handbag milik Maria Puspo warga Kelurahan Way Lubuk, Kecamatan Kalianda ini raib digondol pencuri.

BACA :  Gerindra Koalisi PDIP? Ozi : Siap dan Sangat Mungkin

          Sejumlah barang berharga milik korban yang ada di dalam tas kecil itu diantaranya berupa 2 unit telepon selular jenis I Phone, STNK motor Vario BE 8446 QK, ATM Bank Lampung atas nama korban serta uang tunai sebesar Rp500 ribu.

          Adik korban Azhari Muslim saat dikonfirmasi mengenai peristiwa penjambretan itu menceritakan, nasib naas yang dialami kakak wanitanya itu terjadi pada saat hendak pulang ke rumah usai mengambil loundry pakaian. Karena Adzan Maghrib tengah berkumandang, dia menghentikan kendaraannya tepat di depan Lapangan Korpri Pemkab Lamsel yang dirasa aman.

          Setelah adzan selesai, dia kembali melanjutkan perjalanan namun baru di starter terkejut ada kendaraan lain yang menyalip dari arah kiri sambil merampas tas kecil yang ada di dalam bagasi motornya. Korban terus berupaya mengambil barang kesayangannya dengan mengejar dua orang pelaku perampasan itu. Kedua pelaku itu tancap gas ke arah kanan dari Tugu Adipura Kalianda sampai ke Jalan Lintas Sumatera lalu kembali masuk ke arah Kota Kalianda dari Tugu Fajar.

          Setelah peristiwa itu dirinya langsung memposting sejumlah barang yang berhasil dirampas pencuri melalui akun Facebook nya. Selain itu dia juga menginformasikan ciri-ciri pelaku berikut kendaraan yang digunakan dalam melakukan aksi kejahatan tersebut. Tak lama kemudian, ada informasi yang datang dari sejumlah rekannya jika telah ditemukan motor matic jenis Yamaha Vino warna ungu dengan nomor polisi BE 6859 QF tak bertuan di rumah warga.

Setelah ditelusuri, motor tersebut benar yang dikendarai pelaku penjambretan kakak nya. Korban langsung melaporkan peristiwa naas yang baru saja dialaminya ke Mapolsek Kalianda berikut barang bukti motor yang digunakan pelaku. Dengan harapan aparat penegak hukum bekerja profesional dan membekuk pelakunya.

Kasatreskrim Polres Lamsel, AKP. Try Maradona, S.I.K mengatakan bahwa pihaknya akan memantau kasus tersebut. “Ya, kita monitor,” katanya.

BACA :  ‘Mudah-mudahan Rekom PAN tak Jatuh ke Lain Hati’

          Wilayah Pemkab Lampung Selatan yang terbilang cukup lengang dan sepi kerap kali dimanfaatkan para pelaku kejahatan khususnya penjambretan dan penodongan. Tentunya, hal ini menjadi pekerjaan dan tugas yang wajib diselesaikan aparat penegak hukum. Terlebih, lokasi itu merupakan tempat favorit warga Kalianda untuk menghabiskan waktu luang bersama keluarga dan teman.

Perkembangan terkini terkait aksi penjambretan aparat kepolisian sepertinya kurang serius dalam menangani berbagai kasus kejahatan di Kabupaten Lampung Selatan. Salah satunya, kasus penjambretan di depan lapangan Korpri Pemkab Lamsel meskipun telah mengantongi identitas pemilik motor yang digunakan oleh pelaku.

          Kapolsek Kalianda Iptu Dedi. S saat dikonfirmasi mengungkapkan, pihaknya telah berhasil melacak kepemilikan motor jenis Yamaha Vino yang digunakan pelaku penjambretan. Bahkan, sudah mendatangi kediaman pemilik motor tersebut.

          “Orang tua nya membenarkan itu kendaraan milik anaknya. Tapi, kami tidak langsung mengambil kesimpulan. Bisa saja motor itu digunakan oleh rekan korban. Karena, si pemilik motor sehari-hari bekerja sebagai pengamen di Bakauheni,” ungkap Dedi kepada Radar Lamsel melalui sambungan telepon, Jum’at (21/6) pekan lalu.

          Jajarannya bakal melakukan pendalaman kasus tersebut. Sebab, hingga saat ini pemilik motor itu belum pernah kembali ke rumahnya tanpa alasan yang jelas.

          “Kata orang tua pemilik motor itu anaknya belum pulang-pulang. Kecurigaan kami juga semakin kuat. Tapi, kita tetap kedepankan praduga tak bersalah,” lanjutnya sambil mengatakan bahwa pemilik motor tersebut merupakan warga Kecamatan Rajabasa.

          Saat dimintai tanggapan atas sejumlah tindak kejahatan yang terjadi di Kota Kalianda, Dedi tidak banyak memberikan komentar. Numun, pihaknya berjanji bakal menggencarkan patroli rutin disekitar tempat-tempat yang kerap terjadi tindakan kriminalitas.

          “Saya himbau warga agar tidak memilih tempat-tempat yang sepi untuk berkumpul. Karena, tempat-tempat seperti itu jadi lokasi favorit para pelaku kejahatan,” pungkasnya.(rnd/idh)

BAGIKAN