Lagi, Organ Tunggal Makan Korban

Lagi, Organ Tunggal Makan Korban

199
0
BERBAGI

Perut Ditusuk, Pemuda Sukaratu Dirawat

KALIANDA – Hiburan malam organ tunggal kembali memakan korban. Ia adalah Yudi Iskandar (19) warga Dusun I, Desa Sukaratu, Kecamatan Kalianda menjadi korban penusukan oleh seseorang yang tidak dikenal saat menonton hiburan organ tunggal di Desa Babulang, Kecamatan Kalianda, sekitar pukul 00.30 WIB, Minggu (16/7).

Luka tusuk yang cukup parah pada bagian perut itu, korban langsung dirujuk ke salah satu rumah sakit yang ada di Bandarlampung.

Informasinya, peristiwa penusukan itu terjadi saat Yudi Iskandar sedang berdiri menonton organ tunggal. Pada saat itu, seseorang tak dikenal menghampiri korban dan langsung menghujamkan sebilah pisau dibagian perut sebelah kiri. “Lukanya cukup parah, karena pas dibagian perut,” kata salah seorang warga Desa Sukaratu yang enggan menyebutkan namanya.

Saat dihubungi, Kepala Desa Sukaratu Herliyansyah membenarkan peristiwa penusukan yang dialami oleh warganya itu. Saat ditanya kronologis kejadiannya, Herliyansyah juga belum mengetahui secara pasti bagaimana peristiwa itu terjadi. Dia juga mengatakan belum mengetahui secara jelas apa penyebab terjadinya penusukan terhadap warganya itu.

Tetapi, kata Herliyansyah, pihak keluarga Yudi sudah melaporkan kejadian naas tersebut kepada pihak kepolisian. Yudi, kata, Herliyansyah, disinyalir mengetahui nama dan tempat tinggal pelaku. “Katanya dia (Yudi) tahu siapa dan dimana pelakunya tinggal, peristiwa itu juga sudah dilaporkan ke polisi,” kata Herliyansyah kepada Radar Lamsel, kemarin.

Meski korban sudah mengetahui identitas pelaku, Herliyansyah menghimbau kepada keluarga dan kerabat korban untuk tidak melakukan hal-hal yang melanggar hukum. Karena, peristiwa itu sudah ditangani pihak berwenang. Terlepas dari itu, Herliyansyah tetap menyerahkan keputusan ditangan pihak keluarga Yudi.

“Saat ini keluarga Yudi sedang di Bandarlampung, karena Yudi langsung dilarikan ke rumah sakit disana. Kami akan adakan upaya damai dan jangan sampai ada keributan. Ini demi menjaga keharmonisan antar kedua desa,” katanya.

Terpisah, saat dikonfirmasi mengenai peristiwa itu, Kapolsek Kalianda AKP Maryadi tidak menjawab telepon maupun pesan singkat yang dikirimkan Radar Lamsel.

Sementara itu, Camat Kalianda Erdiansyah, SH.,MM sangat menyayangkan peristiwa penusukan itu. Karena sebelumnya, Pemerintah Kecamatan Kalianda sudah memberikan himbauan dengan tegas kepada kepala desa dan lurah melalui surat edaran agar tidak mengizinkan organ tunggal dimalam hari. Pihaknya juga sudah meminta kepada sohibul hajat agar tidak mengadakan organ tunggal pada malam hari karena seringkali memancing keributan.

“Baiknya hal tersebut dipatuhi. Kepada korban dan keluarganya, kami turut bersimpati dan dicari upaya hukum atau perdamaian agar menghindari hal-hal yang tak diinginkan,” harap Erdi. (rnd)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY